Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dokter Sebut Stres dan Obesitas Bikin Menstruasi Tidak Lancar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menstruasi yang tidak lancar bisa dialami oleh sebagian perempuan. Kira-kira apa saja penyebabnya ya?
Dikatakan dr. Edwin Thia dari Mount Elizabeth Novena Hospital Singapura, dua penyebab utama menstruasi tidak lancar adalah stres dan obesitas.
"Penting untuk mengetahui penyebab haid tidak teratur dan cara mengatasi masalah yang mendasarinya. Mengurangi stres dan menurunkan berat badan akan membantu memperbaiki siklus menstruasi," tutur dr. Edwin, mengutip laman Smarterhealth.
Ia mengatakan menjaga gaya hidup sehat dan berolahraga secara teratur merupakan cara utama menjaga siklus haid tetap teratur.
Mengapa penting untuk menjaga siklus haid? Menurut dr. Edwin menstruasi tidak lancar akan menyebabkan masalah kesuburan.
"Haid yang tidak teratur dapat mempengaruhi peluang untuk hamil. Dengan gaya hidup sehat, Anda dapat meningkatkan periode menstruasi dan meningkatkan kemungkinan kesuburan," katanya.
Namun pada kondisi yang lebih parah, menstruasi tidak teratur bisa menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Melansir dari India Express sindrom ovarium polikistik (PCOS) adalah masalah kesehatan umum yang menjangkiti banyak perempuan di seluruh dunia di mana salah satu tanda paling umum adalah menstruasi yang tak lancar.
Dokter Rajpal Singh, direktur dan ahli jantung intervensi di Rumah Sakit Fortis La Femme, Richmond road, Bangalore menjelaskan bahwa PCOS adalah bagian dari sindrom metabolik yang ditandai dengan resistensi insulin dan kelebihan kadar hormon androgen pria.
“Hal ini menyebabkan menstruasi tidak teratur, penambahan berat badan, profil lipid abnormal dan diabetes. Ada juga hubungan yang dicatat dengan gaya hidup menetap, timbulnya depresi dan hipertensi," kata dokter Singh
Menurut dokter, dari sudut pandang kardiovaskular adanya kelainan metabolisme hampir dua kali lipat berisiko mengalami penyakit kardiovaskular dan stroke.
“Oleh karena itu, penting untuk mengatasi gejala PCOS, secara dini dan agresif,” imbuhnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4636 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan