Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Tim Yustisi Kota Denpasar Jaring 9 Pelanggar Prokes
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tim Yustisi Kota Denpasar kembali menjaring 9 orang pelanggar protokol kesehatan. Pelanggar tersebut terjaring saat tim melakukan penertiban protokol kesehatan PPKM Level 2 di Jalan Nusa Indah Kelurahan Sumerta Kecamatan Denpasar Timur Jumat (3/12).
Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, dari 9 orang yang melanggar sebanyak 8 orang salah menggunakan masker dan langsung diberikan pembinaan di tempat dan 1 orang di denda di tempat karena tidak menggunakan masker.
Sebagai efek jera Sayoga mengatakan pihaknya selalu memberikan sanksi fisik berupa push up ditempat.
"Itu harus diberikan agar mereka jera dan tidak melanggar kembali," ungkapnya.
Menurut Sayoga penertiban ini dilakukan sebagai upaya untuk terus mengingatkan masyarakat agar taat dan disiplin dengan prokes. Untuk itu pihaknya akan terus memperketat penertiban agar penularan dapat ditekan.
Dalam penertiban tersebut pihaknya akan mengimbau masyarakat agar mentaati prokes salah satunya selalu menggunakan masker saat beraktifitas diluar rumah.
Jika semua masyarakat taat pada prokes diharapkan pandemi ini cepat berlalu. Sehingga perekonomian kembali normal.
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun