Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Sampah Pasca Banjir Rob Capai 46 Meter Kubik
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara Achmad Hariyadi menyatakan, sampah pasca banjir rob di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, tepatnya di RW 08 Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, mencapai 46 meter kubik.
Achmad mengatakan, sampah-sampah tersebut dikumpulkan dan kemudian diangkut menggunakan truk menuju tempat penampungan sementara (TPS) Ancol.
"Saat rob mulai surut, kami langsung bertugas melakukan penyisiran sampah-sampah," katanya.
Ia menyebut, dari lokasi paling parah di kawasan Sunda Kelapa atau tepatnya di RW 8 berhasil dikumpulkan satu truk sampah.
Ia menambahkan, penanganan sampah pasca banjir rob menjadi perhatian khusus dari Sudin LH Jakarta Utara.
Petugas dan armada disiapkan setiap harinya di posko 1x24 jam untuk memonitor, memantau, juga melaporkan setiap perkembangan, terutama terkait sampah yang berpotensi menyumbat saluran air.
Sudin LH Jakarta Utara juga berkolaborasi dengan sejumlah satuan kerja perangkat daerah, di antaranya Satuan Polisi Pamong Praja, Suku Dinas Bina Marga, Suku Dinas Sumber Daya Air dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di tingkat kecamatan agar penanganan sampah menjadi lebih cepat.
"Kolaborasi bersama PPSU dilakukan agar penanganan sampahnya lebih cepat. Tidak saling menunggu, saat informasi diberikan, tim khusus langsung turun ke lokasi," katanya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1853 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1753 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun