Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Hasil Tracing Dinkes, 1 Warga Bali Dicurigai Terpapar Omicron
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hasil pelacakan kontak pasien Covid-19 varian Omicron asal Surabaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Bali mendapati satu orang dicurigai terpapar varian baru tersebut.
Sampel tersebut telah dikirim ke Litbangkes di Jakarta untuk diperiksa. Namun hasilnya hingga kini masih belum keluar.
"Jadi dari semua sampel yang diperiksa SGTF (S-gene target failure) nya hanya satu yang probable. Sudah kita kirim ke Litbangkes belum ada hasil. Sudah dikirim tiga hari lalu," kata Kadis Kesehatan Bali Ketut Suarjaya pada wartawan, Rabu (12/1/2022).
Suarjaya berharap hasil dari pemeriksaan pasien tersebut nantinya dinyatakan negatif varian Omicron. Menurutnya hingga saat ini di Bali masih belum ditemukan pasien terpapar varian baru tersebut. Kendati demikian, semua kemungkinan masih bisa terjadi.
"Omicron astungkara mudah-mudahan tidak ada karena sampai saat ini tidak ditemukan. Tapi kan ya kemungkinan bisa saja terjadi namanya aja virus masih ada," kata dia.
Kepada semua lapisan masyarakat, ia mengimbau tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19.
"Pengetatan di pintu masuk, penggunaan aplikasi Peduli Lindungi astungkara tidak sampai kena Omicron," kata dia.
{bseparator}
Sebelumnya diberitakan, Dinas Kesehatan Bali melakukan tes kepada 11 karyawan hotel di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Senin (3/1/2022). Mereka merupakan kontak erat pasien asal Surabaya yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian omicron.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati meminta masyarakat tak panik dengan adanya pasien Covid-19 varian omicron di Surabaya. Pasien tersebut diketahui sebelumnya berlibur di Bali.
Menurutnya, kepanikan bisa menyebabkan imun tubuh menurun. Ia berharap masyarakat tetap patuh prtokol kesehatan dan berdoa wabah ini segera hilang.
"Yang penting adalah, jangan panik, sebab kepanikan hanya akan menurunkan imun kita. Tetap waspada, dan ikuti prokes dengan disiplin, serta jangan lupa untuk selalu berdoa agar wabah ini segera berakhir," katanya, Senin (3/1/2022). (sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5870 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4612 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2580 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2224 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2203 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan