Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Terseret Arus Sungai, Ibu dan Anak 9 Tahun di Buleleng Hilang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang ibu bersama anaknya menjadi korban terseret arus sungai. Peristiwa itu berawal ketika keduanya menyeberangi Sungai Kali Baru, di Desa Kampung Tinggi, Singaraja, Sabtu (15/1/2022) sore. Saat itu kondisi arus sungai deras datang dari arah hulu.
"Diperkirakan waktu kejadian sekitar pukul 14.30 WITA, karena dari laporan yang kami terima ada salah satu warga melihat sesosok tubuh hanyut ke arah laut, di sekitar muara sungai areal eks Pelabuhan Buleleng," terang Gede Darmada, S.E., M.A.P., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali).
Laporan diterima petugas siaga SAR Basarnas Bali pada pukul 16.45 WITA dari anggota BPBD Kabupaten Buleleng. Diketahui identitas korban atas nama Ni Luh Wardani (48) dan Kadek Restini (9), dimana keduanya merupakan ibu dan anak.
Sebanyak 7 personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng digerakkan menuju lokasi bergabung dengan unsur SAR lainnya. Ketika dihubungi, koordinator Pos SAR Buleleng, Dudi Librana menyampaikan bahwa kondisi di lokasi hujan deras dan arus kuat hingga bermuara ke laut.
Penyisiran dilakukan ke arah barat dan timur dari eks Pelabuhan Buleleng. "Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian dengan penyisiran darat, namun hasilnya masih nihil, upaya pencarian akan kami lanjutkan besok pagi," ungkapnya.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7967 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5641 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3543 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2391 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan