Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Pasukan OPM Klaim Tembak Mati 7 Prajurit TNI
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah menembak dua anggota TNI dan satu anjing pelacak di Distrik Mugi, Nduga, Papua pada Sabtu (8/1/2022) lalu. Setelah itu, TPNPB-OPM juga mengklaim menembak lima anggota TNI di Distrik Kiwirok, Papua pada Senin (17/1/2022).
Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengatakan pihak yang melakukan penembakan terhadap dua anggota TNI serta satu anjing pelacak di Distrik Mugi ialah pasukan TPNPB Kodap III Ndugama-Derakma. Mereka melakukan penyerangan ke pos tentara.
"Dalam penyerangan di pos TNI ini 2 anggota tentara Indonesia tewas, ukuran pas dan satu ekor anjing pelacak tewas di tempat pasukan TPNPB," kata Sebby dalam laporannya.
Ia mengklaim terdapat beberapa anggota TNI yang mengalami luka-luka pada peristiwa tersebut. Sementara untuk pasukan TPNPB sendiri dilaporkan tidak ada yang menjadi korban atau mengalami luka-luka. Komandan Operasi Kodap III Ndugama-Derakma, Bellia Kogeya menegaskan kalau pihaknya tidak akan berhenti berperang hingga Papua merdeka.
"Kami TPNPB KODAP III Ndugama-Derakma masih perang dari orang tua kita sampai hari ini kami angkat senjata dari 2016 sampai 2021 dan kami sudah memasuki tahun 2022 ini kami perang ideologi bangsa Papua Barat sampai Papua merdeka," ucap Bellia yang diteruskan Sebby.
Kemudian, TPNPB-OPM juga mengklaim telah menembah lima anggota TNI/Polri hingga tewas di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua pada Senin (17/1/2022). Kejadian tersebut bermula dari TPNPB yang melakukan penyerangan ke markas Brimob dari pukul 05.00 hingga 08.00 waktu setempat.
"TNI/Polri 5 orang telah gugur di Kiwirok," ucap Sebby.
Serangan itu dipimpin oleh Komandan Batalion I Oktahin Januwarius Alwolmabin. Sebby menyebut kalau pasukan TPNPB-OPM di Kiwirok menetapkan siaga satu dan siap untuk berperang.
"Karena ini adalah perang pembebasan nasional bangsa Papua yang akan dilaksanakan di seluruh tanah Papua oleh pimpinan dan pasukan TPNPB di bawah Komando Nasional yang dipimpin oleh Panglima Tinggi TPNPB Gen. Goliath Naaman Tabuni," terangnya.
Di luar peristiwa itu, Pasukan Kodap XV Ngalum Kupel juga melaporkan telah membakar gedung sekolah. Alasan mereka melakukan hal tersebut supaya bangsa Papua bisa meninggalkan seluruh program yang dijalankan pemerintah.
Mereka ingin agar warga Papua fokus pada pembebasan Papua dari Indonesia.
"Alasannya sudah jelas yaitu sekarang bangsa Papua tinggalkan semua program Pemerintah kolonial Republik Indonesia dan fokus hanya berjuang untuk Papua merdeka penuh dari tangan pemerintah kolonial Republik Indonesia."(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5940 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4654 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan