Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ratusan Pengurus Gereja Katolik Jerman Mengaku LGBT
BERITABALI.COM, DUNIA.
Lebih dari 120 pejabat gereja Katolik Jerman menyatakan diri sebagai LGBT, queer atau nonbiner dan menuntut diakhirinya diskriminasi institusional terhadap orang-orang LGBTQ. Gereja Katolik Roma di Jerman pada Minggu (23/01) menghadapi seruan baru untuk perlindungan yang lebih baik terhadap hak-hak LGBTQ dan diakhirinya diskriminasi institusional terhadap orang-orang queer atau nonbiner.
Sekitar 125 orang, termasuk mantan dan imam saat ini, guru, administrator dan sukarelawan gereja, mengidentifikasi diri mereka sebagai gay dan queer, meminta gereja untuk mempertimbangkan tuntutan mereka dan menghapus "pernyataan doktrin gereja yang sudah ketinggalan zaman" dalam hal seksualitas dan jenis kelamin.
Anggota komunitas gereja menerbitkan tujuh tuntutan di media sosial di bawah inisiatif "OutInChurch".
Tuntutan ini berkisar dari orang-orang LGBTQ yang mengatakan bahwa mereka harus dapat hidup tanpa rasa takut dan memiliki akses ke semua jenis kegiatan dan pekerjaan di gereja tanpa diskriminasi. Mereka mengatakan orientasi seksual tidak boleh dianggap sebagai pelanggaran loyalitas atau alasan pemecatan dari pekerjaan.
Mereka juga meminta gereja untuk merevisi pernyataannya tentang seksualitas berdasarkan "penemuan teologis dan ilmiah manusia."
Selain meminta persamaan hak, karyawan mengajukan tuntutan agar gereja bertanggung jawab atas diskriminasi mereka terhadap orang-orang dari komunitas sepanjang sejarah, dan menyerukan uskup untuk bertanggung jawab atas nama gereja.
Bagaimana sikap Vatikan?
Vatikan, rumah Paus dan Gereja Katolik Roma, pada tahun lalu memutuskan bahwa para imam tidak dapat memberkati pernikahan sesama jenis dan bahwa peresmian seperti itu tidak sah.
Namun, keputusan itu juga menyalakan kembali perdebatan tentang masalah ini, dan ada perlawanan yang cukup besar terhadapnya di beberapa bagian Jerman.
Tahun lalu, setidaknya dua uskup di Jerman, termasuk Kardinal Reinhard Marx dari München, salah satu penasihat utama Paus, menunjukkan beberapa dukungan untuk semacam berkat "pastoral" untuk serikat sesama jenis.
Di Jerman dan Amerika Serikat, paroki dan menteri juga mulai memberkati persatuan sesama jenis sebagai pengganti pernikahan, dengan meningkatnya seruan bagi para uskup untuk melembagakan pernikahan gay.
Namun, sebagai tanggapan atas pertanyaan resmi dari sejumlah keuskupan tentang apakah praktik itu diizinkan, kantor doktrinal Vatikan, Kongregasi untuk Doktrin Iman (CDF) menjelaskan bahwa hal itu tidak boleh dilakukan, dengan keputusan: "negatif."
Paus Fransiskus menyetujui tanggapan tersebut, seraya menambahkan bahwa itu "tidak dimaksudkan sebagai bentuk diskriminasi yang tidak adil, melainkan pengingat akan kebenaran ritus liturgi" dari sakramen pernikahan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan