Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Simakrama Bupati Karangasem dan Gubernur NTB di Bayan
BERITABALI.COM, NTB.
Doa bersama dan simakrama Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah dengan para tokoh masyarakat serta ratusan krama Hindu di Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), berlangsung di Pura Penataran Gunung Rinjani Kebaloan, Minggu (6/2).
Hadir pada simakrama ini Bupati Karangasem, Bali, I Gede Dana S Pd M Si. Doa bersama dan simakrama dengan Gubernur dan Bupati Kabupaten Lombok Utara, H Djohan Samsu ini terkait dengan pemberdayaan masyarakat Hindu KLU.
Serta Pembangunan Pura Penataran Gunung Rinjani yang diinisiasi PHDI Kabupaten Lombok Utara dan Banjar Simakrama ASN Provinsi NTB.
Dalam sambutannya dihadapan para Pinandita Sanggraha Nusantara yang juga hadir pada simakrama ini, Gubernur Zulkieflimansyah menyoroti tentang Provinsi NTB sebagai daerah yang kaya akan keberagaman.
Dari adat istiadat, suku, bahasa, hingga agama yang dianut masyarakatnya sangatlah bervariasi. Karena itu, Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah meminta masyarakat NTB menjaga keberagaman tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Mari kita jaga keberagamaan, jaga kerukunan dengan mempererat tali silaturrahim,” ungkap Gubernur sembari meminta masyarakat untuk menganut paham toleransi dengan menjaga persatuan dan kesatuan.
Agar keragaman yang telah berakar di provinsi NTB tidak terpecah-belah akibat isu-isu negatif.
Hal tersebut, lanjut Gubernur, juga dikarenakan Indonesia adalah negara dengan sejuta keberagaman. Keberagamaan yang ada telah menjadi simbol persatuan dan dikemas dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
“Prinsip saling menghargai dan menghormati merupakan pilar yang penting dalam merawat keberagaman,” ungkap Bang Zul.
Sebagai warga negara yang baik, tambah Bang Zul, masyarkat diminta menjaga persatuan dan kesatuan dengan menganut paham toleransi. Jangan sampai, keragaman yang telah lama di rajut di provinsi NTB terpecah-belah akibat isu-isu negatif.
Sementara itu, ketua Parishada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) kabupaten Lombok Utara, I Nengah Sariana, S Ag menegaskan bahwa toleransi beragama di KLU perlu dicontoh. Hubungan persaudaraan antar umat beragama di KLU dan NTB umumnya sejak jaman dulu sangatlah harmonis.
"Meski berbeda keyakinan atau berbeda agama, namun tetap saling menghormati, bahkan saling tolong menolong dan saling mengasihi sebagai sesama saudara," jelasnya.
Ia menambahkan, belum pernah terjadi gesekan antar agama di KLU. Meski pernah terjadi kesalahpahaman diantara anak muda misalnya, tapi cepat diselesaikan. Mereka cepat rukun kembali, tutur I Nengah Sariana.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan