Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Duta Jembrana Penyandang Disabilitas Ikut Utsawa Dharma Gita
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kabupaten Jembrana mengikutkan peserta ajang Utsawa Dharma Gita dalam rangka HUT kota Denpasar yang diselenggarakan oleh Pemkot Denpasar.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan metembang Susastra Weda dan Nyanyian Keagamaan Hindu bagi penyandang Disabilitas se- Bali dan meningkatkan penguasaan materi ajaran dan filsafat agama Hindu.
Binaan Kabid Resos Dinas Sosial Ida Bagus Ketut Budi Aryana, ST. mengupayakan 3 peserta geguritan/macepat bertujuan bisa tampil apik dan menghayati serta bisa maksimal. Duta Penyandang Disabilitas Kabupaten Jembrana mengikuti 2 kreteria yaitu wajib dan pilihan.
"Duta Kabupaten Jembrana Nengah Arsana (tuna netra) bersama sang istri Ketut Mertiasih (tuna netra) dan Ni Made Dwi Ardanayanti (tuna daksa). Mereka sudah mengalami seleksi sejak awal, dan butuh perjuangan dalam melatih serta mentalnya," ungkapnya.
Ida Bagus Ketut Budi Aryana, ST. menuntaskan, hingga mereka bisa fokus dalam mengikuti ajang lomba Utsawa Dharma Gita tahun 2022 ini yang dilaksanakan secara virtual dalam bentuk rekaman video dan ini pengalaman pertama bagi penyandang Disabilitas di masa Pandemi Covid-19.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun