Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Angka Kematian Pasien Covid-19 di Bali Masih Tinggi Disoroti
BERITABALI.COM, BADUNG.
Jumlah kasus covid-19 varian Omicron di Bali disebut sedikit mengalami penurunan dari beberapa waktu lalu yang sempat melonjak.
Akademisi dari Universitas Udayana (Unud) yang juga ahli virologi Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika mengatakan jika dibandingkan di luar negeri puncak Omicron bisa empat kali dari puncak delta.
Jadi, kata dia, jika dilihat saat ini dari kecenderungan jumlah kasus di Indonesia umumnya dan Bali khususnya sudah mulai stabil turun. Akan tetapi, menurutnya, angka kematian di Bali belum turun.
"Penyebab naik-turunnya memang sifat virus ini yang mudah menyebar. Walaupaun angka kematiannya hanya 0,59 persen namun cenderung tinggi dari data di Indonesia yang hanya 0,2 persen Bali lebih terdampak berat dari Omicron ini," katanya, Minggu,(20/2) di Badung.
Ia menambahkan, masyarakat Bali masih banyak yang takut testing dan tracing karena wanti-wanti jika hasilnya positif. Alhasil, banyak masyarakat mengalami batuk dan flu berkeliaran, yang akhirnya mampu menyebarkan virus kemana-mana.
Melihat kondisi tersebut, dirinya memohon kepada Pemerintah agar lebih memantau lagi karena angka kematian di Bali cukup tinggi dibanding Indonesia.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6037 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2363 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2252 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan