Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




7 Ciri Gejala Omicron Pada Anak Yang Sering Muncul

Senin, 21 Februari 2022, 12:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/7 Ciri Gejala Omicron Pada Anak Yang Sering Muncul

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Beberapa negara telah melaporkan penurunan kasus Covid-19 yang sebelumnya dipicu oleh varian Omicron. Faktanya, varian Omicron masih belum benar-benar hilang.

Varian tersebut terus menyebar ke seluruh negeri, menginfeksi orang dewasa dan anak-anak. Emma Duncan, seorang profesor medis di King's College London, baru-baru ini berbicara dengan Insider tentang gejala Omicron paling umum untuk anak-anak. Demikian seperti dilansir dari The Desert News.

Hal itu berdasarkan data dari studi ZOE Covid-19, yang memungkinkan orang untuk melaporkan gejala Covid-19 mereka. Gejala varian Omicron teratas untuk anak-anak meliputi:

  1. Kelelahan
  2. Sakit kepala
  3. Sakit tenggorokan
  4. Pilek
  5. Bersin
  6. Demam
  7. Batuk

Gejala yang kurang umum termasuk masalah usus, seperti diare dan ruam, laporan orang dalam. Dia mengatakan vaksinasi mungkin mengurangi frekuensi dan lamanya gejala varian Omicron ini, tetapi datanya masih belum jelas.

Sebagai informasi, varian Omicron telah menyebar lebih cepat di antara anak-anak dibandingkan dengan varian Covid-19 sebelumnya seperti varian delta, kata Dr. Sam Dominguez, seorang dokter penyakit menular pediatrik di Children's Hospital Colorado, kepada WCNC-TV.

“Omicron jauh lebih menular daripada varian delta sehingga lebih banyak anak yang terpapar dan terinfeksi sehingga mengakibatkan jumlah anak yang terinfeksi lebih banyak,” kata Dominguez.

“Pada anak-anak apa yang kami lihat adalah presentasi seperti croup, dan croup sebenarnya adalah peradangan pada saluran udara bagian atas dibandingkan dengan saluran udara bagian bawah, seperti paru-paru Anda,” kata Ahmed.

Penting untuk diingat bahwa varian Omicron telah menyebabkan peningkatan gejala Covid-19 yang parah dan rawat inap, sebagian besar di antara anak-anak yang terlalu muda untuk divaksinasi terhadap virus corona.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami