Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Yura Yunita Lakukan Program Healing di Bali
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Akhir-akhir ini, kita sering mendengar kata "healing" yang digunakan sebagai suatu kegiatan yang membuat diri menjadi lebih baik seperti liburan, refreshing, atau sekadar menikmati kopi di kala senja.
Terapi "healing" semakin marak di masyarakat saat Yura Yunita, musisi Indonesia memperkenalkan lewat akun YouTubenya. Banyak sekali persepsi yang mengungkapkan bahwa healing adalah bentuk dari liburan atau sekadar menghabiskan waktu santai. Padahal, makna healing tersebut sangat luas.
Yura Yunita, diva Indonesia ini juga telah melakukan proses healing selama 14 hari di Bali beberapa waktu yang lalu. Melalui akun Youtubenya, Yura mengungkapkan beberapa aktivitas yang dilakukan selama proses healing tersebut.
Tujuan Yura sendiri untuk healing di Bali sendiri karena ingin menyembuhkan trauma dengan hubungan masa lalu dan untuk mengetahui diri lebih dalam. Proses ini juga membuatnya terinspirasi membuat Album Tutur Batin yang booming di berbagai platform musik di Indonesia.
Yura mengungkapkan bahwa selama proses healing, para peserta disarankan untuk bangun sebelum matahari terbit. Ada beberapa kegiatan yang juga meningkatkan koordinasi tubuh, seperti morning yoga class.
Tentu saja, proses ini didampingi oleh para profesional seperti dokter, psikolog, dan akhli gizi karena semua kegiatan diatur oleh mereka dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta healing.
Bagi seorang individu, healing berarti mengembangkan tingkat kesehatan, kebugaran, dan kinerja pikiran, tubuh, emosi, dan perilaku yang lebih tinggi, serta mengembangkan keseimbangan dan kebahagiaan secara spiritual dan dalam hubungan.
Yura mengungkap bahwa proses healing ini membuatnya bersyukur atas apa yang sudah dilakukan kepada diri sendiri. Baginya, proses healing ini adalah waktu yang tepat untuk menemukan jati diri yang sebenarnya dan melangkah maju menuju masa depan.
Healing tentu bukan proses yang instan, butuh waktu untuk kita bisa menerima, memaafkan, dan berdamai dengan semua yang sudah terjadi. Sejauh apapun kita pergi, jika hati kita tetap kosong. Ingat bahwa yang kita cari adalah diri kita sendiri dan jiwa terbaik ada di dalam diri kita sendiri. Pasti ada waktunya kita akan sembuh dari rasa sakit yang sudah dirasakan.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 338 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 267 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 216 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun