Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Viral, Ada Barisan Bintang Berjalan Pada Malam Hari Raya Nyepi di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Jagat media sosial di Bali digemparkan dengan fenomena bintang berjalan saat malam Nyepi yang viral di media sosial dan menjadi perbincangan warga netizen.
Dalam rekaman video tersebut terlihat kerlipan bintang berbaris memanjang dan berjalan di langit malam. Fenomena objek seperti bintang yang berbaris tersebut terjadi pada Kamis (3/3/2022) malam atau saat malam Nyepi dan berhasil diabadikan oleh akun @rudhykurniawan.
Peristiwa bintang berjalan, terlihat dari Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali.
"Sekitar jam setengah 8 malam, dari Desa Sambangan," tulis akun tersebut.
Video bintang berjalan tersebut direpost oleh akun medsos lainnya hingga menarik perhatian netizen.
Sementara I Nyoman Gede Wiryajaya selaku Koordinator Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Denpasar, Bali, tidak bisa menjelaskan soal fenomena itu karena yang bisa menjelaskan itu adalah Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan).
"Itu tupoksi Lapan (yang bisa menjelaskan)," ujarnya, saat dikonfirmasi, Jumat (4/3/2022). (Sumber : tvonenews.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2428 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1934 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1793 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun