Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Minggu ke-3 Maret, Modal Asing Tembus Rp 8,23 Triliun

Jumat, 18 Maret 2022, 18:50 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/liputan6.com/Minggu ke-3 Maret, Modal Asing Tembus Rp 8,23 Triliun

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing masuk  dari luar negeri pada minggu ketiga bulan Maret ini. Data transaksi 14-17 Maret 2022, modal asing di pasar keuangan domestik beli neto sebesar Rp 8,23 triliun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, aliran modal asing itu, terdiri dari beli neto di pasar SBN sebesar Rp 1,13 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp 7,10 triliun.

"Berdasarkan data setelmen hingga 17 Maret 2022, aliran modal asing jual neto Rp 23,44 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp 21,31 triliun di pasar saham," ujar Erwin dalam keterangannya pada Jumat (18/3/2022).

Erwin menuturkan, masuknya aliran modal asing  pada periode tersebut membuat kinerja rupiah menguat. Tercatat, rupiah pada pembukaan Jumat pagi berada di level Rp 14.300 sama dibandingkan penutupan Kamis kemarin di level Rp 14.300.

"Sedangkan, tingkat imbal hasil atau yield SBN 10 tahun di level 6,71%," katanya.

Di sisi lain, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Maret 2022, perkembangan harga pada Minggu III Maret 2022 tetap terkendali dan diperkirakan inflasi 0,54% (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Maret 2022 secara tahun kalender sebesar 1,10% (ytd), dan secara tahunan sebesar 2,54% (yoy).

Adapun, penyumbang utama inflasi Maret 2022 sampai dengan minggu III yaitu komoditas cabai merah sebesar 0,10% (mtm), telur ayam ras, emas perhiasan, dan bahan bakar rumah tangga (BBRT) masing-masing sebesar 0,05% (mtm), cabai rawit dan daging ayam ras masing-masing sebesar 0,04% (mtm), tempe, dan sabun detergen bubuk/cair masing-masing sebesar 0,03% (mtm), bawang merah, tahu mentah, jeruk, daging sapi, angkutan udara masing-masing sebesar 0,02% (mtm), serta bawang putih dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm).  

Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi pada periode ini yaitu minyak goreng sebesar -0,06% (mtm) dan tomat sebesar -0,01% (mtm). (Sumber : Suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami