Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 25 Juli 2026
Dirut RSUP Bantah Marc Marquez Gegar Otak, Begini Kondisinya
BERITABALI.COM, NTB.
Direktur Utama RSUP NTB, Lalu Herman Mahaputra mengungkap kondisi Marc Marquez usai dievakuasi Basarnas dengan helikopter setelah mengalami kecelakaan saat warming up sebelum pertandingan MotoGP di Mandalika.
Ia menyatakan kondisi Marc Marquez baik-baik saja dan sudah dibawa kembali ke Sirkuit Mandalika usai melakukan CT scan di rumah sakit Provinsi NTB untuk memastikan kondisinya.
"Kondisinya oke kok, gak papa. Kondisi gak papa," ungkap Lalu Herman saat dikonfirmasi via telepon, Minggu 20 Maret 2022.
Terkait pilihan Marquez tidak melanjutkan pertandingan disebutkan menjadi keputusan tim dari Marquez.
"Kalo masalah bertanding, mungkin ada pertimbangan lain dari tim mereka yang tidak melanjutkan pertandingan, perlombaan," jelasnya.
Banyak kabar beredar di media sosial yang menyatakan bahwa kondisi Marc Marquez. Usai insiden terbaliknya itu dalam keadaan gegar otak.
Lalu Herman kemudian membantah anggapan Gegar Otak yang menyebar dengan sangat cepat itu. Ia membantah kabar tersebut dengan berlandaskan hasil CT scan yang dilakukan.
"Udah kembali kok (Marquez), di provinsi sudah kita CT scan, sekarang sudah kembali. Ini helinya ada di sini," tegasnya. (sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3822 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1488 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1470 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1422 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1319 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun