Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Perbekel Klarifikasi Air Hitam Muncul di TPS3R Cemagi Cemari Sungai
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Desa Cemagi, Kabupaten Badung, memberikan klarifikasi terkait informasi dan pemberitaan di media sosial mengenai munculnya air berwarna hitam di sekitar area TPS 3R Sarwa Metu Wangi, Desa Cemagi.
Perbekel Desa Cemagi, I Putu Hendra Sastrawan, mengatakan pemerintah desa bersama unsur Gakkum, DLHK Kabupaten Badung, Tramtib Kecamatan Mengwi, serta Kepolisian Sektor Mengwi telah turun langsung ke lokasi pada Selasa (8/9/2026) untuk mengecek kondisi di lapangan. Berdasarkan pengecekan awal, memang ditemukan adanya air berwarna hitam di area TPS 3R.
Namun, Pemerintah Desa Cemagi menegaskan air tersebut bukan merupakan hasil pembuangan limbah secara sengaja ke lingkungan atau sungai oleh pemerintah desa maupun pengelola TPS 3R.
Dari pemeriksaan awal di lokasi, air berwarna hitam tersebut diduga kuat berkaitan dengan air atau abu hasil proses insinerator yang mengalami kebocoran atau rembesan saat dilakukan kegiatan maintenance atau pemeliharaan berkala terhadap mesin insinerator.
Terhadap penyebab dan karakteristik air tersebut, Pemerintah Desa Cemagi tetap menghormati proses pemeriksaan dan evaluasi lebih lanjut bersama instansi terkait.
"Pemerintah Desa Cemagi memahami bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama dan harus dilaksanakan dengan memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan serta perlindungan lingkungan," jelasnya, Selasa (8/9/2026).
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Desa Cemagi bersama KPP TPS 3R Sarwa Metu Wangi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan dan operasional TPS 3R, khususnya pada proses pengoperasian serta pemeliharaan mesin insinerator.
Pemerintah desa juga segera melakukan penanganan terhadap air berwarna hitam yang ditemukan agar tidak menimbulkan potensi pencemaran terhadap lingkungan sekitar.
Langkah lainnya yakni menambah dan memperbaiki bak penampungan sebagai upaya pengamanan. Bak tersebut diharapkan dapat menahan air hasil proses pengolahan maupun air yang muncul akibat kegiatan maintenance agar tidak langsung keluar dari area TPS 3R.
Selain itu, dilakukan penyedotan dan pengelolaan air limbah yang terkumpul melalui kerja sama dengan pihak ketiga atau vendor yang memiliki kemampuan dan fasilitas sesuai ketentuan.
Pemerintah Desa Cemagi juga melakukan koordinasi serta pengawasan bersama instansi terkait, termasuk DLHK Kabupaten Badung dan unsur lainnya, untuk memastikan langkah perbaikan dapat dilaksanakan dengan baik.
Sastrawan menegaskan Pemerintah Desa Cemagi tidak memiliki niat maupun kebijakan untuk membuang limbah secara sembarangan ke lingkungan. Apabila dalam pelaksanaan operasional ditemukan kekurangan atau kondisi yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan, pemerintah desa bersama pengelola TPS 3R akan melakukan perbaikan dan pembenahan secara bertahap serta bertanggung jawab.
"Pemerintah Desa Cemagi mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Kritik dan informasi yang disampaikan masyarakat menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Desa dan pengelola TPS 3R untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Desa Cemagi," paparnya.
Sastrawan menambahkan, Pemerintah Desa Cemagi berkomitmen untuk terbuka, kooperatif, dan bertanggung jawab dalam melakukan perbaikan serta memastikan kegiatan TPS 3R Sarwa Metu Wangi dapat berjalan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kepentingan masyarakat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5747 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4589 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan