Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Antrean Gilimanuk Mulai Terurai, Tinggal 500 Meter
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Antrean kendaraan di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mulai terurai. Hingga Selasa (8/9/2026) pukul 10.00 WIB, arus kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, kembali lancar dan tidak ditemukan lagi ekor antrean.
Sementara itu, antrean kendaraan masih terlihat di sisi Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Antrean tersebut berada di kawasan Gapura Gilimanuk dengan panjang sekitar 500 meter.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus melakukan pengaturan operasional untuk mempercepat penguraian antrean sekaligus menjaga kelancaran mobilitas kendaraan yang akan menyeberang.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan kondisi antrean di lintasan Ketapang-Gilimanuk menunjukkan perkembangan positif.
Menurutnya, pengaturan operasional dilakukan secara dinamis dengan menyesuaikan kondisi dan kapasitas layanan di lapangan.
“Untuk kondisi saat ini, antrean di Ketapang sudah berhasil terurai dan tidak lagi terdapat ekor antrean. Sementara di Gilimanuk, antrean masih ada, namun terus kami dorong agar segera terurai,” ujar Heru.
ASDP, lanjut Heru, mengoptimalkan armada dan pola pelayanan yang tersedia untuk mempercepat pergerakan kendaraan.
“Pengaturan operasional kami lakukan secara adaptif. Kami terus mengoptimalkan armada dan pola pelayanan yang ada, sehingga pergerakan kendaraan bisa lebih cepat dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.
Pada Selasa (8/9/2026), ASDP mengoperasikan sebanyak 26 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk dengan pola delapan trip.
Operasional kapal juga masih menerapkan pola TBB atau Tiba, Bongkar, Berangkat. Pola tersebut diterapkan untuk mengoptimalkan waktu pelayanan kapal selama berada di pelabuhan sehingga kendaraan dapat segera bergerak.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan penguatan kapasitas layanan juga dilakukan dengan mengoperasikan KMP Jatra I di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Kapal tersebut mulai melakukan pelayaran perdana pada Selasa sekitar pukul 04.00 WIB.
“KMP Jatra I sudah mulai kami operasikan di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Kehadiran kapal ini menjadi bagian dari upaya menambah dan memperkuat kapasitas layanan, terutama dalam kondisi arus kendaraan yang membutuhkan penanganan secara cepat,” kata Media.
Menurutnya, armada tambahan tersebut langsung diintegrasikan dengan pola operasi yang sudah berjalan.
“Kami sesuaikan dengan pola operasi yang ada, sehingga tambahan armada ini bisa memberikan dampak terhadap percepatan pergerakan kendaraan dan membantu mengurai antrean di kedua sisi pelabuhan,” imbuhnya.
Sementara itu, KMP Portlink telah sandar di Tanjung Wangi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Kapal tersebut dijadwalkan berangkat menuju Lembar pada Selasa (8/9/2026), dengan batas maksimal keberangkatan pukul 21.00 WIB.
Keberangkatan KMP Portlink tetap mempertimbangkan kondisi pasang surut air laut di Pelabuhan Tanjung Wangi.
ASDP juga terus memantau pergerakan kendaraan di kawasan pelabuhan maupun jalur akses menuju pelabuhan. Penyesuaian pola operasi akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan melalui koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5645 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2516 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2182 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2178 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan