Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Ada Enam Juta Anak Dalam Bahaya Perang Rusia-Ukraina
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Serangan yang dilakukan Rusia terhadap rumah sakit dan sekolah di Ukraina membuat sekitar 6 juta anak-anak dalam bahaya, demikian kata organisasi kemanusiaan Save the Children pada hari Senin (21/03).
Organisasi mengatakan bahwa satu dari setiap lima anak di Ukraina harus melarikan diri dari negara itu dan sementara anak-anak yang tetap berada di zona perang kekurangan makanan, air bersih, dan bantuan medis.
Pada saat yang sama, 489 sekolah dan 43 rumah sakit telah rusak atau hancur, kata Save the Children.
"Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak, bukan tempat untuk takut, cedera, atau mati," kata Pete Walsh, Direktur Save the Children Ukraina.
"Anak-anak bukan sasaran, begitu juga dengan rumah sakit dan sekolah. Kita harus melindungi anak-anak Ukraina dengan segala cara. Berapa banyak lagi orang yang harus mati sebelumperang ini berakhir?” kata Walsh.
Rusia menyebut invasinya ke Ukraina dengan istilah "operasi militer khusus" untuk demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina.
Ukraina dan sebagian besar dunia telah mengutuk istilah itu sebagai dalih palsu untuk invasi ke negara demokratis. (Sumber : Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5718 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2543 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2193 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2184 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan