Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Mengenal Vanishing Twin Syndrome (VTS), Mungkin Dialami Dinda Hauw
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kabar duka dialami oleh pasangan artis Dinda Hauw dan Rey Mbayang. Mereka kehilangan calon anak ke dua yang diprediksi kembar. Dokter mengabarkan bahwa ada dua kantong di dalam rahim Dinda, menandakan bahwa sang model hamil anak kembar. Namun, sang dokter menambahkan bahwa salah satu kantong terlihat kosong.
Berdasarkan Alodokter, kondisi satu bayi kembar 'hilang' atau tidak tumbuh di dalam rahim disebut vanishing twin syndrome.
Umumnya, kondisi ini tidak menimbulkan gejala. Namun, terkadang tandanya bisa mirip seperti mengalami keguguran, yakni kram perut, pendarahan vagina, dan nyeri panggul.
Selain itu, VTS juga membuat kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) naik secara lambat pada ibu hamil.
Hormon tersebut berfungsi untuk menjaga kehamilan dan perkembangan janin. Rendahnya kadar hormon ini dapat menjadi tanda kehamilan ektopik, keguguran, dan kematian janin.
Dokter dapat mendiagnosis vanishing twin syndrome ketika pemeriksaan USG di awal kehamilan. Prosedur ini sangat penting dilakukan sedini mungkin, terlebih bagi wanita yang memiliki riwayat kehamilan kembar.
Risiko ibu hamil mengalami vanishing twin syndrome meningkat ketika hamil di atas usia 30 tahun. Diperkirakan 20 hingga 30 persen kehamilan kembar mengalami kondisi ini. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5710 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2542 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2193 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan