Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mengenal Vanishing Twin Syndrome (VTS), Mungkin Dialami Dinda Hauw

Rabu, 23 Maret 2022, 04:00 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/suara.com/Mengenal Vanishing Twin Syndrome (VTS), Mungkin Dialami Dinda Hauw

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Kabar duka dialami oleh pasangan artis Dinda Hauw dan Rey Mbayang. Mereka kehilangan calon anak ke dua yang diprediksi kembar. Dokter mengabarkan bahwa ada dua kantong di dalam rahim Dinda, menandakan bahwa sang model hamil anak kembar. Namun, sang dokter menambahkan bahwa salah satu kantong terlihat kosong.

Berdasarkan Alodokter, kondisi satu bayi kembar 'hilang' atau tidak tumbuh di dalam rahim disebut vanishing twin syndrome.

Umumnya, kondisi ini tidak menimbulkan gejala. Namun, terkadang tandanya bisa mirip seperti mengalami keguguran, yakni kram perut, pendarahan vagina, dan nyeri panggul.

Selain itu, VTS juga membuat kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) naik secara lambat pada ibu hamil.

Hormon tersebut berfungsi untuk menjaga kehamilan dan perkembangan janin. Rendahnya kadar hormon ini dapat menjadi tanda kehamilan ektopik, keguguran, dan kematian janin.

Dokter dapat mendiagnosis vanishing twin syndrome ketika pemeriksaan USG di awal kehamilan. Prosedur ini sangat penting dilakukan sedini mungkin, terlebih bagi wanita yang memiliki riwayat kehamilan kembar.

Risiko ibu hamil mengalami vanishing twin syndrome meningkat ketika hamil di atas usia 30 tahun. Diperkirakan 20 hingga 30 persen kehamilan kembar mengalami kondisi ini. (Sumber: Suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami