Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 7 September 2026
Mengenal Vanishing Twin Syndrome (VTS), Mungkin Dialami Dinda Hauw
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kabar duka dialami oleh pasangan artis Dinda Hauw dan Rey Mbayang. Mereka kehilangan calon anak ke dua yang diprediksi kembar. Dokter mengabarkan bahwa ada dua kantong di dalam rahim Dinda, menandakan bahwa sang model hamil anak kembar. Namun, sang dokter menambahkan bahwa salah satu kantong terlihat kosong.
Berdasarkan Alodokter, kondisi satu bayi kembar 'hilang' atau tidak tumbuh di dalam rahim disebut vanishing twin syndrome.
Umumnya, kondisi ini tidak menimbulkan gejala. Namun, terkadang tandanya bisa mirip seperti mengalami keguguran, yakni kram perut, pendarahan vagina, dan nyeri panggul.
Selain itu, VTS juga membuat kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) naik secara lambat pada ibu hamil.
Hormon tersebut berfungsi untuk menjaga kehamilan dan perkembangan janin. Rendahnya kadar hormon ini dapat menjadi tanda kehamilan ektopik, keguguran, dan kematian janin.
Dokter dapat mendiagnosis vanishing twin syndrome ketika pemeriksaan USG di awal kehamilan. Prosedur ini sangat penting dilakukan sedini mungkin, terlebih bagi wanita yang memiliki riwayat kehamilan kembar.
Risiko ibu hamil mengalami vanishing twin syndrome meningkat ketika hamil di atas usia 30 tahun. Diperkirakan 20 hingga 30 persen kehamilan kembar mengalami kondisi ini. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3192 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 652 Kali
Kebakaran Gudang Rongsokan Sunset Road Diduga Dipicu Gas
Dibaca: 582 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman