Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Supadma Ajak Presiden IPU Jalan-jalan ke Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Momentum Forum Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 yang digelar di Nusa Dua, Kabupaten Badung, dimanfaatkan oleh Anggota DPR RI, Putu Supadma Rudana. Politikus Partai Demokrat itu mengajak Presiden IPU, Duarte Pasecho berkunjung ke Ubud, Jumat (25/3).
Duarte diajak ke Pasar Ubud yang kini pedagangnya pindah ke Jalan Kajeng. Lalu mengajak Duarte ke Monkey Forest. Putu Supadma Rudana mengatakan delegasi dari 115 negara seluruh dunia telah hadir di Bali.
“Kita syukuri ini merupakan awal. Mudah-mudahan bisa menjadi momentum pemulihan ekonomi dan pembukaan pariwisata,” jelasnya.
Usai diajak berkunjung ke Ubud, Supadma yakin, Presiden IPU Duarte Pasecho yang memiliki 178 anggota dari berbagai belahan dunia ini bisa mempromosikan Bali.
Sementara kunjungannya ke Monkey Forest diharapkan mereka dapat memahami konsep Tri Hita Karana. Bagaimana manusia bisa harmonis dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan dengan lingkungan.
“Kami ingin tunjukkan bahwa Bali dekat dengan alam. Ada Pura, lihat bagaimana alam hidup melekat dan dekat dengannya manusia,” jelasnya.
Dengan konsep filosofi Bali, Supadma Rudana berharap Bali bisa memberi sumbangsih pada dunia untuk mengawal perubahan iklim perdamaian, dan isu yg terkait lingkungan.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4137 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1415 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 870 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 753 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun