Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Pertama Kalinya, Ilmuwan Temukan Mikroplastik dalam Darah Manusia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Para ilmuwan menemukan potongan-potongan kecil plastik di dalam darah manusia untuk pertama kalinya.
Penelitian baru mendeteksi mikroplastik dalam 80 persen orang yang diuji, meskipun saat ini implikasi kesehatan dari penemuan mikroplastik dalam darah masih belum jelas.
Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Environment International ini, memeriksa sampel darah dari 22 orang dewasa yang sehat dan menemukan jejak mikroplastik pada 17 orang.
Plastik tersebut termasuk bahan yang umum digunakan dalam botol, kemasan makanan, dan kantong plastik.
Penelitian lain menunjukkan bahwa plastik tersebut secara rutin tertelan dan melewati sistem pencernaan manusia hingga berakhir di tinja. Tetapi para ahli mengatakan studi ini adalah pertama kalinya ilmuwan menemukan plastik di dalam sistem peredaran darah.
Secara teori memungkinkan plastik untuk beredar secara lebih luas di dalam tubuh manusia.
"Studi kami adalah indikasi pertama bahwa kita memiliki partikel polimer dalam darah kita," kata Dick Vethaak, ahli ekotoksikologi di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda, dikutip dari Gizmodo, Jumat (25/3/2022).
Para ilmuwan semakin meningkatkan kewaspadaan seputar potensi dampak kesehatan mikroplastik, baik bagi manusia maupun satwa liar. Plastik ini dapat mengandung bahan kimia yang dikenal dapat meniru hormon alami manusia, sehingga lebih berbahaya atau mengganggu kesehatan anak-anak.
Menurut beberapa penelitian, akumulasi plastik mungkin juga dapat merusak sel manusia secara langsung.
Pada 2020, laporan yang ditulis oleh peneliti lingkungan dan hormon menyatakan plastik sebagai ancaman kesehatan global. Pada saat yang sama, para peneliti mengingatkan bahwa temuan ini didasarkan pada ukuran sampel yang sangat kecil.
Meskipun tim peneliti lain sudah merencanakan studi yang lebih besar untuk mengonfirmasi hasil temuan.
Beberapa penelitian terpisah juga telah menemukan hubungan antara paparan plastik dengan berbagai kondisi kesehatan seperti penyakit radang usus, diabetes tipe 2, dan bahkan kanker.
Walau begitu, tingkat bahaya yang ditimbulkan oleh mikroplastik masih belum pasti. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5825 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2562 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2205 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan