Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 23 Juli 2026
Pertama Kalinya, Ilmuwan Temukan Mikroplastik dalam Darah Manusia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Para ilmuwan menemukan potongan-potongan kecil plastik di dalam darah manusia untuk pertama kalinya.
Penelitian baru mendeteksi mikroplastik dalam 80 persen orang yang diuji, meskipun saat ini implikasi kesehatan dari penemuan mikroplastik dalam darah masih belum jelas.
Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Environment International ini, memeriksa sampel darah dari 22 orang dewasa yang sehat dan menemukan jejak mikroplastik pada 17 orang.
Plastik tersebut termasuk bahan yang umum digunakan dalam botol, kemasan makanan, dan kantong plastik.
Penelitian lain menunjukkan bahwa plastik tersebut secara rutin tertelan dan melewati sistem pencernaan manusia hingga berakhir di tinja. Tetapi para ahli mengatakan studi ini adalah pertama kalinya ilmuwan menemukan plastik di dalam sistem peredaran darah.
Secara teori memungkinkan plastik untuk beredar secara lebih luas di dalam tubuh manusia.
"Studi kami adalah indikasi pertama bahwa kita memiliki partikel polimer dalam darah kita," kata Dick Vethaak, ahli ekotoksikologi di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda, dikutip dari Gizmodo, Jumat (25/3/2022).
Para ilmuwan semakin meningkatkan kewaspadaan seputar potensi dampak kesehatan mikroplastik, baik bagi manusia maupun satwa liar. Plastik ini dapat mengandung bahan kimia yang dikenal dapat meniru hormon alami manusia, sehingga lebih berbahaya atau mengganggu kesehatan anak-anak.
Menurut beberapa penelitian, akumulasi plastik mungkin juga dapat merusak sel manusia secara langsung.
Pada 2020, laporan yang ditulis oleh peneliti lingkungan dan hormon menyatakan plastik sebagai ancaman kesehatan global. Pada saat yang sama, para peneliti mengingatkan bahwa temuan ini didasarkan pada ukuran sampel yang sangat kecil.
Meskipun tim peneliti lain sudah merencanakan studi yang lebih besar untuk mengonfirmasi hasil temuan.
Beberapa penelitian terpisah juga telah menemukan hubungan antara paparan plastik dengan berbagai kondisi kesehatan seperti penyakit radang usus, diabetes tipe 2, dan bahkan kanker.
Walau begitu, tingkat bahaya yang ditimbulkan oleh mikroplastik masih belum pasti. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3790 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1455 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1449 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1395 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1302 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun