Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 22 Juli 2026
Alasan Sandiaga Luncurkan Rendang Goes to Europe di Bali
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Program Rendang Goes to Europe yang diluncurkan di Bali pada Jumat (25/3) lalu menuai komentar negatif masyarakat. Sebagian besar netizen kecewa karena rendang yang merupakan hidangan khas Sumatra Barat justru diluncurkan di Bali.
"Kenapa enggak di Padang aja launching-nya?" demikian salah satu netizen berkomentar di unggahan Instagram Kemenparekraf RI.
Merespons hal tersebut, Menparekraf Sandiaga Uno memberikan penjelasannya. Menurutnya, pemilihan lokasi peluncuran di Bali bukan tanpa sebab. Segala tanya dan komentar netizen ditanggapi Sandiaga saat bertandang ke Padang pada Sabtu (26/3) kemarin.
Menurut Sandiaga, saat ini ada dua hal yang begitu dikenal masyarakat internasional tentang Indonesia yakni, Bali sebagai destinasi wisata dan rendang sebagai kuliner yang terkenal.
Dia berkata, menggabungkan keduanya--Bali dan rendang--sama dengan menggabungkan dua kekuatan jenama besar Indonesia. Apalagi, peluncuran program dilakukan di tengah gelaran G20.
"Ini menjadi dynamic content dan mudah-mudahan ini bisa menjadi pemicu daripada kesiapan rantai pasok dari rendang itu sendiri karena yang akan didorong adalah value added, nilai tambah. Jadi kita tidak mengekspor rendang seperti yang kita miliki di sini, tapi adalah knowledge, pengemasan dan bumbu-bumbu," kata Sandiaga, seperti dikutip dari video yang diunggah Antara.
Program Rendang Goes to Europe merupakan turunan dari program Indonesia Spice Up The World (ISUTW). Program diinisiasi oleh Duta Besar RI untuk Bulgaria, Makedonia Utara dan Albania, Iwan Bogananta.
Berdasarkan unggahan Instagram Kemenparekraf RI, disebutkan bahwa program ini juga terbentuk atas kerja sama dengan Bella Ltc untuk menghadirkan pabrik rendang di Bulgria.
Rendang merupakan masakan asli Indonesia yang berasal dari Minangkabau. Rendang sangat mudah dijumpai di berbagai rumah makan Padang. Masakan ini dikenal sebagai salah satu sajian yang kaya akan rempah. Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam.
Saking istimewanya, tak heran jika rendang juga dipilih sebagai salah satu makanan terenak di dunia versi CNN dari tahun ke tahun. (Sumber: CNN Indonesia)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3790 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1452 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1447 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1394 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1301 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun