Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Pemecatan Terawan Oleh IDI Diduga Karena "Rebutan Lahan"
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemecatan Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memicu sorotan. Salah satunya datang dari Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha), Azmi Syahputra.
Azmi mengakui heran dengan kasus pemecatan Terawan. Menurutnya, pemecatan itu diduga dipicu akibat "rebutan lahan" dengan IDI.
Pasalnya, Terawan dinilai sudah mulai merambah ke bidang kesehatan lainnya. Ia selama ini dikenal sebagai dokter radiologi, namun belakangan dirinya juga menangani banyak masalah kesehatan lain di luar spesialisnya.
"Masalah ini justru tampak ada perbedaaan pandangan personal komunikasi dengan organisasi atau ada dugaan 'rebutan lahan' karena Dokter Terawan yang dianggap sebagai dokter radiologi justru masuk ke bidang dokter spesialis lainnya," kata Azmi Syahputra kepada wartawan Selasa (29/3/2022).
Selain itu, pemecatan Terawan juga dipicu sejumlah alasan. Salah satunya adalah pembuatan vaksin Merah Putih yang digagasnya.
Azmi pun menyayangkan hal tersebut. Ia menilai seharusnya Terawan mendapatkan dukungan atas temuan-temuan terbarunya dalam kesehatan, bukan malah dikeluarkan dari IDI.
"Metode yang ditemukan Terawan semestinya bisa menjadi aset intelektual bangsa karenanya hal ini perlu ditangani dan peran pemerintah dengan langkah cepat dan bijak," jelas Azmi.
Lebih lanjut, Azmi mengamini jika Dokter Terawan memang dianggap dokter yang memiliki multi kemampuan di bidangnya. Hal itu seharusnya membuat Terawan didorong untuk studi lanjut.
Bahkan jika perlu, Terawan sepatutnya diberi fasilitas laboratorium atau dibuat tim terpadu untuk melakukan penelitian di bidang yang ia temukan. Tindakan itu dinilai sebagai solusi terbaik alih-alih melakukan pemecatan.
"Tentunya diberikan jaminan berupa royalti atas hak kekayaan intelektual temuannya tersebut. Ini adalah solusi terbaik yang adil dan bijak untuk ditempuh, bukan langsung dilakukan pemecatan," saran Azmi.
Azmi mengingatkan IDI sebagai rumah bagi ilmuwan dan profesional. Karena itu, IDI dinilai tidak bijaksana melakukan pemberhentian, lantaran memiliki fungsi yang strategis, yakni menghimpun segenap potensi dokter dari seluruh Indonesia.
"IDI juga berfungsi menjaga dan meningkatkan harkat dan martabat serta kehormatan profesi kedokteran, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, termasuk meningkatkan kesehatan rakyat Indonesia untuk menuju masyarakat sehat dan sejahtera," pungkasnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5846 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan