Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 22 Juli 2026
OJK Beberkan Waktu yang Tepat Untuk Berinvestasi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Fenomena crazy rich affiliator binary option saat ini tengah menjadi sorotan di Indonesia. Pasalnya, permainan trading yang diikuti oleh banyak orang ini telah menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah.
Hal tersebut membuktikan, jika pengetahuan dan pemahaman keuangan masyarakat Indonesia seputar investasi masih terbilang rendah, namun semangat dan keinginan untuk meningkatkan kondisi perekonomian cukup tinggi.
Deputi Direktur Literasi dan Informasi OJK, Yulianta mengatakan, investasi penting dilakukan tetapi harus di saat kondisi ekonomi yang bergerak dinamis.
Kemudian, lanjut dia, sebelum berinvestasi kondisi finansial juga harus dikelola dengan efektif dan efisien, seperti memahami kondisi keuangan dan mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan, bijak dalam berhutang.
"Selain itu, menyisihkan pendapatan untuk investasi atau tabungan, dan memastikan layanan atau platform keuangan yang diikuti sudah terdaftar di OJK atau regulator lainnya," ujar Yulianta dalam keterangan di Jakarta, Selasa (29/3/2022).
Sejak tahun 2018, Satgas Waspada Investasi OJK telah menutup 1.014 investasi ilegal, 3.784 pinjaman online ilegal, dan 165 entitas gadai ilegal yang telah menyebabkan total kerugian masyarakat hingga Rp 117,4 triliun.
Ini menunjukan betapa pentingnya bagi masyarakat untuk mengetahui ciri-ciri investasi bodong/ilegal yang dengan mudah memberikan klaim tanpa risiko. Memanfaatkan tokoh masyarakat atau influencer untuk menarik minat, menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu yang cepat, memiliki legalitas tidak jelas, dan menjanjikan bonus jika merekrut orang lain.
Yulianta menuturkan, sebelum berinvestasi masyarakat harus mengenali profil risiko pribadi dan berinvestasi bukan dari hasil utang. Lalu, masyarakat perlu monitor investasi secara reguler dan konsisten berinvestasi.
"Selain itu, masyarakat harus berorientasi pada investasi jangka panjang, dan yang terpenting memperhatikan faktor legal dan logikanya," imbuh dia.
Sementara, Lead PR & Communication Bibit, William mengatakan, reksa dana merupakan salah satu instrumen yang cocok bagi investor pemula. Apalagi, dalam Bibit dilengkapi dengan fitur Robo Advisor, sebuah teknologi yang dapat menganalisa toleransi pengguna terhadap risiko investasi yang sesuai
"Selain itu, Bibit juga menawarkan fitur auto debet bagi pengguna untuk mendukung konsistensi, fitur nabung bareng, produk reksadana syariah, dan menyediakan layanan pembelian obligasi negara melalui platform Bibit," pungkas William. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3789 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1447 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1447 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1394 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1298 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun