Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Teknologi Pertanian Unud Olah Maggot Jadi Aneka Camilan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Setelah sebelumnya Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana melakukan penelitian terkait Bumbu Genep Powder atau Bumbu Paon Bali, kembali Inovasi dilakukan.
Kali ini, dengan pilihan bahan dasar Maggot yang mampu menghasilkan olahan produk cemilan berupa, Hermet Chips berkomposisi, Tepung Maggot, Kacang Tanah, Garam, Baking Powder dan lain-lainnya seperti Hermet Stick Maggot komposisi Tepung Maggot, Susu Cair, Tepung Beras, Tepung Tapioka, Telur, Baking Powder, Gula Halus, Garam, Margarin dan Minyak Goreng.
Serta Hermet Cookies dengan komposisi, Mentega, Gula Halus, Tepung Terigu, Tepung Maggot, Baking Powder dan Telur. Keseluruhan produk camilan tersebut dikemas dengan kemasan menarik.
Baca juga:
MUI Akan Bahas Fatwa Ganja Untuk Medis
Maggot menjadi pilihan dikarenakan, menurut Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Prodi Teknologi Industri Pertanian yang juga Tim Peneliti dari Bumbu Genep Powder Dr. Ir. Luh Putu Wrasiati, M.P mengatakan, melihat banyaknya sisa-sisa sayuran terbuang percuma.
Akhirnya, tercetus sebuah ide memanfatkan Marggot yang memakan atau hidup di sayuran-sayuran tersebut.
"Dari sanalah akhirnya tercetus ide pertamanya sehingga, memilih Maggot dijadikan sebagai bahan dasarnya. Tentu sayur sisa kita pilih sebagai tempat habitat dan makanan Maggot dipilih yang bersih karena akan dimakan oleh Maggot-maggot tersebut nantinya," paparnya, Kamis (31/3) di Kampur Unud, Jalan Sudirman, Denpasar.
Tercetusnya ide tersebut selain karena, banyak membaca serta dari Mahasiswa di S2 teknologi pangan sempat meneliti makanan ternak dapat menjadi makanan manusia juga.
Dalam kaitan hal tersebut, PT. Bala peternak maggot di Kabupaten Karangasem yang telah melakukan pengiriman ke beberapa tempat menyumbangkan Maggotnya.
"Ya, dari sana dapat referensi serta dari PT. Bala tersebut menyumbangkan Maggotnya untuk selanjutnya diproses dijadikan makanan," ujarnya.
Awalnya diproses menjadi chips dipakai kacang tanah kemudian diolah menjadi stik dan terakhir diolah menjadi cockies. Ternyata paling disukai oleh anak-anak yang ada di laboratorium ini sampai akhirnya dibuat dalam jumlah yang cukup banyak.
"Kita sempat bawa ke rumah untuk dicicipi akan tetapi, saat itu kita tidak bilang bahwa itu dari bahan dasarnya maggot karena kemungkinan akan ada rasa takut membayangannya apa lagi mencobanya," cetusnya.
Awalnya tidak bisa menjadi makanan sampai akhirnya, diproses menjadi makanan itu disebut produk development. Jadi, dipelajari itu di fakultas teknologi pertanian.
"Produk development kita tidak hanya mengubah fungsi dari makanan ikan menjadi makanan manusia, setelah ini kita rencana akan membuat pelabelan dan analisis ingredient, mencari izin sampai produk ini bisa dipasarkan dari PIRT, Dinas kesehatan, dan BPPOM dan kita juga sempat bertanya pada teman muslim ini tidak termasuk haram," pungkas Wrasiati.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6012 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2342 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan