Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 22 Juli 2026
NFT Bisa Menjadi Pelengkap Ekosistem Antar Industri
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Non-Fungible Token alias NFT tengah tumbuh pesat di Indonesia dan menjadi peluang bisnis yang besar. Namun sayangnya, sejauh ini belum ada sebuah wadah yang dapat mempertemukan para NFT enthusiast.
Atas dasar itu, Fajar Widi dan Jakarta City Network baru-baru ini menggelar acara bertajuk Non-Fungible Event 2022 (NFE 2022) di Mbloc Space. Berbagai aktivitas mulai dari un conference talk hingga workshop menjadi sajian menu yang menarik bagi pengunjung.
"NFE 2022 ini diharapkan menjadi melting pot offline yang mempertemukan para pelaku industri dan pemilik IP dengan komunitas creator, project owner, developer, hingga kolektor NFT," kata Fajar Widi.
Menurut Fajar ada tiga tujuan khususnya digelarnya acara Non-Fungible Event 2002 ini. Yakni, edukasi, informasi dan ketiga menjadi ruang kolaborasi.
Meski NFT sedang ramai diperbincangkan, namun masyarakat banyak yang belum tahu secara jelas. Di NFE 2022 ini pun dihadirkan sejumlah komuitas NFT.
"Para komunitas ini berteujuan memberikan literasi edukasi NFT kepada siapapun yang ingin belajar. Terdapat sesi NFT Sharing yang akan diisi oleh para pengamat dan praktisi project NFT," ujar Fajar Widi.
Yang kedua adalah informasi, di mana NFE 2022 ini dapat membuka kerangka berpikir masyarakat yang lebih luas tentang dunia NFT.
"NFT bisa menjadi pelengkap ekosistem antar industri ke depannya, jika para pemilik IP bisa menggabungkan produk NFT dengan utility agar memiliki real business value," imbuh Fajar Widi.
NFE 2022 ini juga diramaikan oleh organisasi seperti Asosiasi Blockchain Indonesia dan KADIN, juga beberapa brand seperti Podkesmas Asia, Kompas Gramedia, VIA, dan Indonesian Basketball League (IBL).
Dengan berkumpulkan para komunitas dan organisasi ini tentu saja membuka peluang untuk kolaborasi lebih luas lagi.
"Di Indonesia NFT itu masih berada di fase early adopter dan marketnya pun masih belum massive. Justru event ini akan membuka akses bagi para pelaku industri untuk mengakselerasi pertumbuhan NFT di Indonesia," tutur Fajar. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3772 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1438 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1426 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1379 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1289 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun