Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Mengenal Kampung Kusamba, Desa Muslim Beragam Etnis Di Bali
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kampung Kusamba merupakan sebuah kampung Muslim di Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung yang penduduknya berasal dari beragam etnis, mulai dari Bugis, Banjar, Jawa, Sasak dan Bali.
Keseimbangan dan harmonisasi hubungan yang terjadi dalam masyarakat dengan pluralitas etnis didalamnya terjalin dengan baik hingga saat ini, termasuk dengan desa-desa yang ada di sekitarnya yang mayoritas penduduknya memeluk agama Hindu.
Demikian terungkap dalam sebuah artikel berjudul “Identifikasi Lanskap Vernakular di Kampung Kusamba, Klungkung, Bali” yang dipublikasikan dalam Jurnal Arsitektur Lansekap, Volume 5, Nomor 1 Tahun 2019. Artikel ditulis oleh Sandi Yuantoro, Cokorda Gede Alit Semarajaya, dan Naniek Kohdrata dari Program Studi Arsitektur Pertamanan, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana.
Sandi Yuantoro dan kawan-kawan menuliskan bahwa terdapat satu faktor integrasi yang menyatukan berbagai etnis yang berbeda tersebut, yakni masyarakat menganut agama yang sama, yaitu agama Islam.
Disamping integrasi yang terjadi dari berbagi etnis di Kampung Kusamba, relasi dengan masyarakat luar yakni dengan desa-desa Hindu terbangun melalui ikatan sosial-kekerabatan dan berbagai interaksi sosial.
Interaksi tersebut antara lain dapat dijumpai dalam pasar, perkawinan, kuliner dan ruang publik.
Hasil wawancara yang dilakukan Sandi Yuantoro dan kawan-kawan dengan Kepala Desa Kampung Kusamba, Abdul Gafar (2017), didapatkan bahwa nama Kampung Kusamba bersumber dari sebuah dialog antara seseorang bersuku Bugis dengan seseorang bersuku Banjar. Ketika seorang bersuku Bugis melaksanakan sholat menjadi perhatian orang bersuku Banjar.
Setelah melaksanakan sholat orang bersuku Bugis didekati dan ditanyai oleh orang bersuku Banjar, “Agamamu apa?”, maka jawab orang bersuku Bugis “Saya Islam”.
Orang bersuku Bugis kemudian berbalik tanya, “Agamamu apa?”, dijawab oleh orang bersuku Banjar “Aku sama”. Berasal dari kata “Ku sama”, lama-lama mengalami perubahan sehingga menjadi “Kusamba”. Sedangkan kata “kampung” pada masyarakat Bali merupakan ungkapan untuk menyatakan bahwa daerah tersebut merupakan kantong-kantong masyarakat Muslim.
Wilayah permukiman yang selanjutnya menjadi Kampung Islam Kusamba tersebut berasal dari tanah catu pemberian Raja bagi para perantau. Penguasa kerajaan dengan sengaja menempatkan mereka dalam wilayah permukiman yang terpisah dengan warga Bali yang beragama Hindu.
Wilayah itu umumnya wilayah baru, yang sebelumnya hutan atau wilayah-wilayah pesisir dekat dengan pelabuhan. Warga Muslim diberi kebebasan dan otonomi untuk beribadat dan memiliki pemerintahan sendiri dalam wilayah tersebut.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan