Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Klitih Jogja, Sultan Minta Proses Hukum Tanpa Pandang Umur
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pelaku kejahatan jalanan diproses hukum tanpa tebang pilih. Kejahatan remaja yang menjadi fenomena di Jogja itu kini lebih dikenal dengan istilah klitih.
Pernyataan Sultan menanggapi munculnya kembali kasus kejahatan jalanan pada Minggu (3/4) dini hari. Korbannya adalah Daffa Adzin Albazith (17), warga Kebumen, Jawa Tengah, pelajar SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.
"Ini pelanggaran pidana, saya kira dicari aja diproses. Kalau saya itu sudah berlebih kalau itu. Diproses saja secara hukum," kata Sultan, Senin (4/4).
Sultan berharap kepolisian segera menangkap pelaku. Sekalipun pelakunya ini masuk kategori remaja hingga anak-anak, ia meminta proses hukum tetap berjalan karena sudah menimbulkan korban hingga meninggal dunia.
Sultan mendorong polisi tidak menerapkan diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan.
"Iya (diproses hukum) perkara nanti (pelaku) anak ini pidana ya sampai meninggal ya. Penegak hukum bisa cari cara dia diproses di pengadilan," tegas Sultan.
"Kalau saya itu melanggar hukum. Bukan klitih kenakalan anak saja, tapi sudah terlalu jauh," sambungnya.
Bagi Sultan, pemda dan petugas keamanan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri menangani persoalan kejahatan jalanan yang bak telah mengakar ini.
Faktor lingkungan, seperti masyarakat atau orang tua juga memiliki andil besar dalam mengontrol aktivitas anak-anak mereka, termasuk selama bulan ramadan ini.
"Seperti itu bisa tapi di bulan apapun bisa terjadi. Saya nggak bisa mengatakan itu ya atau tidak karena yang namanya kejahatan bisa terjadi kapan pun," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Daffa Adzin Albazith tewas usai menjadi korban aksi kejahatan jalanan di Jalan Gedongkuning, Kotagede, Kota Yogyakarta, DIY, Minggu (3/4) dini hari.
Polisi menyebut korban bersama beberapa rekannya sempat kejar mengejar dengan rombongan terduga pelaku yang membleyer atau memainkan gas motor di depan warung tempat Daffa cs sedang memesan makanan.
Daffa tewas usai terkena ayunan gir bertali pada bagian kepala. Dia sempat dirawat di RSPAU Hardjolukito sebelum dinyatakan meninggal pada Minggu pagi.
Sementara dari pihak SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta menyebut Daffa dan rekan-rekannya tengah mencari makan sahur sebelum insiden berdarah itu terjadi. Jenazah korban sudah dimakamkan di Kebumen Minggu kemarin.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5905 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan