Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 18 Juli 2026
Waspada Ransomware BlackCat, Metodenya Canggih
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Peneliti Kaspersky mengungkapkan rincian dua insiden siber yang dilakukan oleh grup ransomware BlackCat.
Kompleksitas malware yang digunakan, dikombinasikan dengan pengalaman luas para aktor di baliknya, menjadikan grup tersebut salah satu pemain utama di pasar ransomware saat ini.
Alat dan teknik yang digunakan saat melakukan upaya serangan, mengonfirmasi hubungan antara BlackCat dan grup ransomware terkenal lainnya, seperti BlackMatter dan REvil.
Grup ransomware BlackCat adalah aktor ancaman yang telah beroperasi setidaknya sejak Desember 2021. Tidak seperti banyak aktor ransomware lainnya, malware BlackCat ditulis dalam bahasa pemrograman Rust.
Berkat kemampuan kompilasi silang canggih Rust, BlackCat dapat menargetkan sistem Windows dan Linux. Dengan kata lain, BlackCat telah memperkenalkan kemajuan inkremental dan pergeseran teknologi yang digunakan untuk mengatasi tantangan pengembangan ransomware.
Aktor tersebut mengklaim sebagai penerus kelompok ransomware terkenal seperti BlackMatter dan REvil.
"Telemetri kami menunjukkan bahwa setidaknya beberapa anggota grup BlackCat baru memiliki tautan langsung ke BlackMatter, karena mereka menggunakan alat dan teknik yang sebelumnya telah digunakan secara luas oleh BlackMatter," tulis Kaspersky dalam rilisnya, Sabtu (9/4/2022).
Kasus pertama melihat serangan terhadap penyedia ERP (enterprise resource planning) atau perencanaan sumber daya perusahaan, yang rentan di Kawasan Timur Tengah yang menampung banyak situs.
Penyerang secara bersamaan mengirimkan dua executable berbeda ke server fisik yang sama, menargetkan dua organisasi berbeda yang dihosting secara virtual di sana.
Meskipun grup tersebut salah dalam memahami server yang terinfeksi sebagai dua sistem fisik yang berbeda, penyerang meninggalkan jejak yang penting untuk menentukan gaya operasi BlackCat.
Peneliti Kaspersky menyimpulkan bahwa aktor tersebut mengeksploitasi risiko aset bersama di seluruh sumber daya cloud. Selain itu, dalam hal ini, grup juga mengirimkan file batch Mimikatz bersama dengan executable dan utilitas pemulihan kata sandi jaringan Nirsoft.
Pengetahuan tentang pengembangan malware, contoh baru yang ditulis dari awal dalam bahasa pemrograman yang tidak biasa, dan pengalaman dalam memelihara infrastruktur, telah mengubah grup BlackCat menjadi pemain utama di pasar ransomware.
"Kami menyoroti fitur, alat, dan teknik utama yang digunakan oleh BlackCat saat menembus jaringan targetnya," kata Dmitry Galov, peneliti keamanan di Tim Riset dan Analisis Global (GReAT) Kaspersky.
Pengetahuan ini membantu dalam menjaga keamanan dan perlindungan pengguna baik dari ancaman yang dikenal maupun tidak dikenal.
"Kami mendesak komunitas keamanan siber untuk bergabung dan bekerja sama melawan kelompok penjahat siber baru untuk masa depan yang lebih aman,” tutupnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3717 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1397 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1334 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1261 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1099 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun