Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 17 Juli 2026
5 Masalah Kesehatan Yang Diakibatkan Perubahan Iklim
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Perubahan iklim memiliki dampak besar bagi umat manusia, termasuk urusan kesehatan. Menurut sebuah survei, perubahan iklim menyebabkan lebih dari 13 juta kematian di seluruh dunia.
Hal itu juga yang diungkap oleh Konsultan Pulmonologis di PD Hinduja Hospital & MRC, Mahim, Mumbai, Dr. Randhika Banka. Ia mengatakan, perubahan iklim dapat berpotensi menjadi ancaman kesehatan global terbesar di abad ke-21.
Ancaman tersebut diperkirakan akan memengaruhi kesehatan milyaran manusia di masa depan. Dr. Randhika juga memberikan lima prediksi dampak kesehatan perubahan iklim.
Simak selengkapnya berikut ini seperti yang dilansir dari HealthShots.
1. Perubahan Iklim dan Penyebaran Penyakit Menular
Perubahan iklim dapat berisiko bagi penyebaran penyakit, salah satunya penyakit menular yang ditularkan melalui vektor, air, dan makanan. Penularan penyakit tersebut meliputi malaria, demam berdarah, dan kolera.
Dilaporkan, pemanasan global telah menyebabkan banyak penularan penyakit. Diprediksi pada tahun 2080, sekitar 6 milyar orang akan berisiko tertular penyakit demam berdarah akibat perubahan iklim.
2. Perubahan Iklim dan Kekurangan Gizi Kronis
Perubahan iklim diperkirakan akan memperparah masalah pangan, di mana ini mengarah pada insiden kekurangan gizi kronis.
Dari tahun 1981 hingga 2019, hasil panen jagung, gandum, beras dan kedelai telah menunjukkan tren penurunan yang konsisten. Diperkirakan, jumlah orang yang kekurangan gizi akan meningkat lebih dari 840 juta pada tahun 2030.
3. Perubahan Iklim dan Masalah Pernapasan
Perubahan iklim juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit pernapasan umum, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), dan infeksi pernapasan seperti tuberkulosis.
Dengan suhu yang ekstrim, peningkatan polusi udara luar, dalam ruangan, dan perubahan alergen, diperkirakan akan meningkatkan penyakit pernapasan pada beberapa dekade mendatang.
4. Perubahan Iklim dan Penyakit Tidak Menular
Perubahan iklim juga berdampak pada penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular dan kanker.
Tentu penularan terjadi baik secara langsung melalui polusi udara dan polusi udara, hingga tidak langsung seperti nutrisi yang buruk.
Dilaporkan, beban kanker global diperkirakan akan meningkat, mulai dari paparan radiasi ultraviolet dan racun lingkungan.
5. Perubahan Iklim dan Kesehatan Mental
Dampak perubahan iklim juga dihubungkan dengan kesehatan mental. Hal ini bersifat secara langsung selama bencana alam, atau bersifat jangka panjang yang disebabkan migrasi hingga penggundulan hutan.
Peristiwa perubahan iklim dapat memengaruhi munculnya kondisi kejiwaan, seperti gangguan stres pasca-trauma, gangguan mood seperti depresi, kecemasan, peningkatan angka bunuh diri, penggunaan narkoba, hingga peningkatan perilaku agresif.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3711 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1392 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1324 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1259 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1097 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun