Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
3 Jenis Sakit Lambung dan Penyebabnya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sakit lambung sering dianggap sebagai penyakit maag. Padahal tidak semua sakit lambung bisa disamakan. Ada beragam faktor penyebab sakit lambung mulai dari bakteri, luka pada lambung, daya tahan tubuh yang melemah hingga kelainan hormon.
Dikutip dari siaran tertulis Eigen Naturindo, Kamis (14/4/2022) berikut tiga jenis sakit lambung serta penyebabnya.
1. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)
Penyakit GERD cukup familiar di kalangan masyarakat. Biasanya, orang menyebut ini sebagai sakit lambung kronis dengan rasa sakit yang tidak bisa dianggap main-main.
Beberapa gejala GERD adalah sulit menelan, mual, sensasi terbakar di dada, dan rasa asam pada mulut hingga sulit tidur.
GERD terjadi karena asam lambung mengalir ke kerongkongan secara berkala. Nah, aktivitas itu yang lama-kelamaan dapat mengiritasi kerongkongan atau esofagus.
2. Gastritis
Gastritis merupakan peradangan kronis pada mukosa lambung. Umumnya, penyakit ini disebabkan oleh pola hidup yang salah, konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan infeksi dari bakteri H. pylori.
Jika dibiarkan, permasalahan ini bisa berujung pada timbulnya kanker lambung hingga kematian.
Menurut data WHO, prevalensi terjadinya gastritis di Indonesia cukup tinggi. Pada tahun 2017, Kemenkes RI juga mencatat 60,86 persen pasien rawat inap disebabkan oleh penyakit tersebut.
Sayangnya meski tergolong berbahaya dan pengidapnya banyak, orang masih abai dan menganggap remeh gastritis hingga akhirnya kondisi lambung tidak kunjung membaik.
3. Dispepsia
Diantara penyakit pencernaan lainnya, sepertinya dispepsia ini yang paling familiar dan dikenal umum sebagai sakit maag. Maag sendiri sebenarnya Bahasa Belanda dari lambung.
Dispepsia adalah sakit lambung yang disebabkan oleh faktor diet dan lingkungan, sekresi cairan asam lambung, fungsi motorik lambung, psikologi, dan infeksi Helicobacter pylori. Dispepsia juga disebabkan oleh ketidakteraturan pola makan.
Manfaatkan Kandungan Alami untuk Obati Sakit Lambung
Di Indonesia, Eigen Naturindo yang memproduksi dua obat sakit lambung yaitu GSETATE dan GMG, memanfaatkan bagian buah alpukat (persea americana) dan buah anggur (vitis vinifera) sebagai ramuan utamanya.
Dikatakan, bagian pada persea americana ini terdapat zat aktif, yaitu alkaloid, glikosida, tanin, flavonoid, dan saponin. Alkaloid sendiri terbukti membantu menurunkan pendarahan dan menurunkan volume asam lambung.
Sementara tanin dan flavonoid membantu menghentikan pendarahan pada lambung dan mengurangi kerusakan mukosa lambung.
Kemudian ada juga saponin yang berfungsi sebagai antiinflamasi, antibiotik, antifungi, antivirus, serta antiulcer yang menyembuhkan luka pada lambung.
Selain persea americana, ada bagian dari vitis vinifera yang kandungannya dianggap tidak kalah menakjubkan.
Terdapat proantosianidin yang memiliki antioksidan 20 kali lebih banyak dari Vitamin C dan 50 kali lebih banyak dari Vitamin E, sehingga baik untuk menyembuhkan luka organ dalam, termasuk lambung.
Terakhir, sterol dalam vitis vinifera juga dapat mengurangi peradangan pada luka dan mempercepat pemulihan luka organ dalam seperti lambung dan dinding tenggorokan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5977 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4666 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan