Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Rusia Disebut Mulai Tutup Akses Masuk dan Keluar Mariupol
BERITABALI.COM, DUNIA.
Penasihat untuk Wali Kota Mariupol, Petro Andriushchenko, mengatakan pasukan Rusia sudah mengumumkan akan menutup akses masuk dan keluar kota pada Minggu (17/4). Orang-orang yang masih ada di kota di timur Ukraina ini akan 'disaring'.
Andriushchenko mengatakan dalam saluran Telegram pada Minggu bahwa Rusia sudah memulai menerapkan sistem perizinan untuk pergerakan warga. Dia juga mengunggah foto yang menunjukkan antrean penduduk yang ingin mendapatkan izin tersebut.
"Ratusan warga harus berbaris untuk mendapatkan izin, tanpa itu akan mustahil bukan hanya untuk bergerak di antara distrik kota, tetapi juga keluar ke jalan mulai minggu depan," kata dia seperti diberitakan CNN.
Dalam pernyataan berbeda pada Sabtu, Andriushchenko bilang pasukan Rusia mengumumkan akan 'menutup jalur masuk/keluar untuk semua orang mulai Minggu, tetapi akan ada juga larangan pergerakan di sekitar distrik selama seminggu'.
Menurut Andriushchenko, berdasarkan informasi di dalam kota, pria akan menjadi objek 'penyaringan' yang akan direlokasi untuk diperiksa pasukan Rusia.
Rusia sebelumnya sudah memberi ultimatum kepada pasukan Ukraina yang masih bertahan di Mariupol agar menyerah. Ultimatum ini diketahui telah diabaikan.
Kementerian Pertahanan Rusia lantas menyatakan akan 'mengeliminasi' tentara perlawanan yang masih bertahan di Mariupol.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2486 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1941 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun