Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 30 Agustus 2026
YouTube Shorts Punya Fitur Stitch ala TikTok
BERITABALI.COM, NASIONAL.
YouTube Shorts kini memiliki fitur Remix baru yang disebut Cuts. Fitur ini memungkinkan pengguna menggabungkan konten video pendek dari akun lain lewat konten terbarunya.
Fitur ini sekilas mirip dengan Stitch yang dimiliki platform video pendek yang juga kompetitor Shorts, TikTok, sebagaimana dirangkum dari The Verge, Minggu (17/4/2022).
Sebenarnya YouTube Shorts sudah punya fitur remix serupa. Tapi fitur itu hanya berlaku untuk konten audio, yang sekarang diperluas ke konten video.
Opsi Cut ini akan tampil di tombol 'Create' yang ada di bagian bawah video, bersamaan dengan kolom Likes, Dislike, dan Share.
Pengguna bisa mengambil cuplikan video dalam durasi satu hingga lima detik.
Ketika video pendek yang dibuat kreator selesai, maka aplikasi bakal menampilkan konten yang mereka remix melalui link.
Kendati demikian, fitur Cut ini tidak bisa dipakai apabila video yang mau diambil cuplikannya bersifat privat atau sudah diklaim sebagai hak cipta.
Diperluasnya fitur Remix baru ini adalah upaya YouTube untuk menyaingi fitur Stitch di TikTok. Fitur yang dibuka untuk miliaran video YouTube ini juga dinilai bakal menguntungkan kreator yang kontennya di-remix apabila video tersebut viral.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4749 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2550 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2191 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1809 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1234 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun