Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 30 Agustus 2026
Curhat Pemotor Gagal Ngabuburit, Berujung buka puasa di Warkop
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kegiatan ngabuburit menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu para pemotor di bulan Ramadhan. Mereka biasanya akan menghabiskan waktu menunggu buka puasa dengan cara keliling kota naik motor.
Terkadang momen ngabuburit bisa saja gagal terlaksana, seperti salah satunya faktor hujan. Hal tersebut seperti yang menimpa pemilik akun TikTok @dandimalika.
Dalam video terkait, si pemilik akun curhat momen saat dirinya gagal ngabuburit gara-gara hujan angin. Ia awalnya berencana untuk naik motor sembari menunggu waktu berbuka.
Ia tampak mengendarai motor sport Honda. Ternyata cuaca tidak mendukung. Ia pun harus berteduh untuk agar tidak basah kuyup akibat air hujan.
"Eh, di-prank baru keluar rumah langsung ujan gede," tulisnya.
Padahal. kala itu Dandi Malik Abdulloh sudah begitu siap untuk ngabuburit naik motor. Dia bahkan memakai balaclava hingga helm full face.
Karena hujan tak kunjung reda, ia memutuskan untuk berteduh di warung kopi (warkop). Akhirnya, ia pun berbuka puasa di warkop saja.
Video curhatan pemotor ini kemudian mengundang reaksi dari warganet di kolom komentar.
"Allah telah menjanjikan surga tapi kita memilih segelas es teh," komentar seorang warganet.
"Panggil pawang hujan aja, Bang Dandi, supaya berhenti hujannya," tulis warganet lain di kolom komentar.
Ada pula warganet yang berkomentar, "Nunggu buka puasa sambil makan keripik emang enak sih."
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4746 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2547 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2185 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1806 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1231 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun