Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 30 Agustus 2026
Qualcomm: Krisis Cip Mulai Mereda
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Senior Manager Business Development Qualcomm Indonesia, Dominikus Susanto mengakui krisis cip semikonduktor yang melanda dunia saat ini sudah mulai mereda. Ia mengklaim pasokan cip Qualcomm bisa dibilang aman.
"Chip shortage sudah mulai membaik untuk saat ini," ujar Susanto di sela-sela acara Buka Bersama Qualcomm Indonesia di Jakarta, Senin (18/4/2022).
Ia mengaku bahwa tahun 2021 lalu krisis cip di dunia memang cukup parah. Tapi untuk sekarang ini, masalah itu sudah mulai teratasi.
Saat ditanya apakah kebijakan lockdown China ikut mempengaruhi produksi cip Qualcomm, ia mengaku kalau itu adalah masalah berbeda.
Alasannya, pabrik yang memproduksi perangkat teknologi di sana adalah barang yang sudah jadi.
"Untuk masalah lockdown China itu beda karena perangkat yang terpengaruh adalah produk yang sudah jadi. Sementara untuk komponen seperti cip tidak terdampak," ujarnya.
Dengan demikian, produksi cip Qualcomm masih cukup aman. Tapi ia masih belum bisa memprediksi apakah pasokan chip Qualcomm tetap stabil untuk ke depannya.
"Kalau soal prediksi saya belum bisa memastikan, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Tapi untuk saat ini bisa dibilang stoknya aman," jelas dia.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4746 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2547 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2185 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1804 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1231 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun