Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 14 Juli 2026
Pesawat Jatuh di Tengah Jalan Ramai, 6 Orang Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah pesawat kecil jatuh ke jalan yang ramai di ibukota Haiti, Port-au-Prince, pada Rabu (20/4) menewaskan sedikitnya enam orang termasuk pilot, kata para pejabat. Pesawat itu lepas landas dari bandara Port-au-Prince pada pukul 15.44 siang (waktu setempat) dalam perjalanan ke kota Jacmel, kata otoritas penerbangan sipil Haiti.
Pihak otoritas itu menambahkan bahwa pesawat tersebut mengalami kerusakan mesin dan mengirimkan peringatan bahaya pada pukul 16:04 sore (waktu setempat).
"Saya menyampaikan simpati saya kepada keluarga para korban, yang baru saja mengalami kesedihan terbesar akibat tragedi baru ini," kata Perdana Menteri Haiti Ariel Henry dalam cuitannya di Twitter, tanpa menyebutkan jumlah korban tewas atau terluka.
Jude Edouard Pierre, walikota komune Carrefour tempat pesawat itu jatuh, mengatakan enam orang tewas dalam peristiwa pesawat jatuh itu. Seorang narasumber Pemerintah Haiti mengatakan pilot pesawat itu meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.
Video yang beredar di WhatsApp memperlihatkan puing-puing pesawat yang pecah di tengah jalan bersama dengan apa yang tampak seperti sejumlah tubuh para korban kecelakaan itu. Namun, Reuters tidak dapat memverifikasi secara mandiri asal video tersebut.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3681 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1355 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1234 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1118 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1078 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun