Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 14 Juli 2026
Remaja Tewas Saat Bermain di Simpang Lima
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Remaja berinisial RD (14) tewas diduga akibat tersengat listrik. Peristiwa itu terjadi di kafe kawasan Gedung Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri.
Kronologisnya, korban diketahui merupakan warga Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini pukul 03.00 WIB berjalan-jalan ke Simpang Lima Gumul. Pelajar SMP itu bermain bersama dua temannya RP (13) dan IB (13).
Tak berselang lama, korban berteriak meminta pertolongan. Mereka langsung bergegas menghampiri korban. Tetapi, saat keduanya datang korban sudah tergeletak tak bernyawa.
Kapolsek Ngasem Iptu Dyan Purwandi mengatakan, berdasar hasil olah TKP tim Inafis Polres Kediri dan dokter Puskesmas setempat, korban meninggal diduga akibat tersengat listrik.
Lengan kanan korban mengenai tiang besi penyangga kanopi kafe yang ditengarai teraliri listrik tegangan tinggi.
“Tanpa seizin temannya, korban ini berlari menuju area kafe yang tak jauh dari Gedung Convention Hall. Tidak lama kemudian teman korban mendengar suara teriakan orang minta tolong. Lalu mereka menemukan korban sudah meninggal," tutur Iptu Dyan.
Setelah selesai divisum luar, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga menyandari kematian korban sebagai sebuah musibah.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3674 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1348 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1229 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1075 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 960 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun