Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 14 Juli 2026
Puluhan Warga Kritis Keracunan Gas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kebocoran gas dari sumur panas bumi PLTP Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) kembali terjadi saat karyawan perusahaan melakukan pengeboran sumur di Wellpad Tanggo, Minggu (24/4/2022). Tidak hanya gas beracun yang keluar akibat kebocoran sumur panas bumi, namun juga adanya semburan lumpur.
Akibat kebocoran sumur di Wellpad Tanggo yang mengeluarkan gas beracun h2s, puluhan warga Desa Sibanggor julu kembali mengalami keracunan massal. Sebagian warga yang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan bahkan kondisinya kritis.
Warga yang menjadi korban gas beracun tidak hanya orang dewasa, bayi dan balita juga tak luput menjadi korban gas beracun. Rahim, salah seorang warga menuturkan, sebagian besar korban keracunan merupakan warga yang sedang beraktivitas di sawah yang berjarak satu kilometer dari lokasi sumur yang mengalami kebocoran.
"Mayoritas warga sedang berada di sawah," ujar Rahim.
Sementara pihak BPBD Mandailing Natal mengaku masih terus mendata dan mengevakuasi warga yang mengalami keracunan cukup parah.
"Diperkirakan jumlah korban keracunan masih akan bertambah," ujar Edi Sahlan, Kepala BPBD Mandailing Natal.
Hingga berita ini dibuat, sudah 21 korban keracunan berada di Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan.(sumber: sindonews.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3674 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1348 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1229 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1075 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 960 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun