Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 28 Agustus 2026
Kemkominfo Akan Mulai Hentikan Layanan TV Analog Sabtu Besok
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Program analog switch off (ASO) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan segera diberlakukan pada 30 April 2022 tengah malam, sehingga sejumlah wilayah tak lagi bisa akses siaran TV analog mulai besok.
"Sesuai jadwal yang ditetapkan Kominfo, penghentian tetap siaran analog TV akan dimulai pada 30 April 2022 jam 24:00 atau besok malam," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, dalam konferensi pers, Jumat (29/4/2022).
Ia melanjutkan, penghentian layanan TV analog akan dimulai dari tiga wilayah siaran, yakni Provinsi Riau, Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, dan Meranti.
Sedangkan tahap kedua akan dimulai di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) di tiga kabupaten yaitu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Malaka, serta wilayah siaran Papua Barat di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.
Menkominfo berharap, warga yang belum memiliki support layanan TV digital untuk segera memakai Set Top Box (STB).
Bagi kalangan kurang mampu bisa mendapatkan STB dan kelengkapannya dari LPP TVRI dan enam LPS, yaitu MNC Grup, Media Grup, SCM Grup, Viva Grup, Trans Media Grup, RTV Grup, dan Nusantara TV. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4721 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2530 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2170 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1789 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1215 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun