Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 28 Agustus 2026
PSIS Semarang Pertahankan Taufik Hidayat Untuk Liga 1 Mendatang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Manajemen PSIS Semarang dan Taufik Hidayat sepakat tetap bekerja sama. PSIS memperpanjang kontrak sang pemain untuk kompetisi Liga 1 musim depan.
General Manager PSIS, Wahyoe 'Liluk' Winarto menjelaskan pemain asal Sayung, Demak, Jawa Tengah itu, masih dibutuhkan untuk posisi bek sayap musim depan.
"Taufik telah resmi kami perpanjang kontrak. Kehadiran Taufik mampu untuk menambah kedalaman skuad di posisi bek sayap untuk Liga 1 musim depan," kata Liluk seperti dimuat Antara, Kamis.
Taufik sebelumnya dipulangkan PSIS pada putaran kedua Liga 1 2021/2022 setelah sejak awal musim memperkuat PSIM Yogyakarta dalam kompetisi Liga 2 hingga semifinal.
Selama membela PSIS, Taufik turut berjasa mengantarkan Laskar Mahesa Jenar promosi ke Liga 1 pada 2017.
Pemain berusia 29 tahun itu juga memiliki nilai plus tersendiri, yakni bisa bermain di beberapa posisi seperti bek sayap kanan dan kiri.
"Taufik ini kan multiposisi. Bisa bek sayap kanan atau pun kiri sehingga nantinya bisa banyak pilihan bagi pelatih untuk posisi tersebut. Selamat berjuang lagi Fik," tutup Liluk.
Taufik sendiri diketahui sudah bergabung bersama rekan-rekannya sejak latihan perdana PSIS pada Sabtu (23/4/2022) lalu.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4721 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2530 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2170 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1789 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1215 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun