Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Zelensky Klaim 1.000 Tank dan 200 Pesawat Rusia Remuk
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim pasukannya berhasil menghancurkan lebih dari seribu tank Rusia dan persenjataan lain usai dua bulan invasi pasukan Moskow. Selain tank, 200 pesawat tempur, dan hampir 2.500 kendaraan lapis baja juga remuk.
Sekitar 23 ribu tentara Rusia juga diklaim tewas sejak invasi. Namun, Zelensky menilai pasukan Moskow tetap meluncurkan serangan meski sudah banyak alat utama sistem pertahanan (Alutsista) yang hancur.
"Tentu, penjajah [Rusia] masih punya stok persenjataan. Ya, mereka masih punya misil untuk menyerang teritorial kami," kata Zelensky.
Pada 9 Mei nanti, Rusia merencanakan menggelar parade di Hari Kemenangan, di Red Square untuk memperingati kekalahan Jerman atas Uni Soviet saat Perang Dunia Kedua.
Sebetulnya, Rusia juga merilis jumlah korban yang tewas termasuk persenjataan yang rusak selama invasi. Namun, sejumlah pihak ragu karena angka yang dikeluarkan terlalu sedikit.
Pekan lalu, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan sekitar 1.351 tentara tewas dan 3.825 personel mengalami luka-luka. Sebelum laporan itu rilis, Aliansi Pakta pertahanan Atlantik Utara (NATO) memperkirakan jumlah tentara Rusia yang tewas selama perang di Ukraina mencapai 7.000 hingga 15.000 personel.
Jumlah itu tak jauh berbeda dengan perkiraan Amerika Serikat yang mencatat sekitar 7.000 hingga 14.000 tentara Rusia tewas.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan