Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 5 November 2026
WHO: Infeksi Hepatitis Akut Telah Mencapai 228 Kasus
BERITABALI.COM, DUNIA.
Jumlah anak di dunia yang terinfeksi hepatitis akut terus bertambah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setidaknya ada 228 kasus hepatitis anak, dan puluhan kasus lainnya masih dalam konfirmasi.
“Pada 1 Mei, setidaknya 228 kasus yang mungkin dilaporkan ke WHO dari 20 negara, lebih dari 50 kasus tambahan masih diselidiki,” kata Juru bicara WHO Tarik Jasarevic dalam jumpa pers di Jenewa, dikutip dari Fox News.
WHO telah meminta kepada para otoritas kesehatan di seluruh dunia untuk menyelidiki peningkatan kasus hepatitis tersebut yang diperkirakan menyebabkan radang hati parah pada anak-anak.
WHO telah menyatakan wabah hepatitis akut itu menjadi kejadian luar biasa (KLB). Hingga saat ini, para ilmuwan kesehatan di dunia belum mengetahui penyebab dari infeksi tersebut.
Dari pemeriksaan Laboratorium sementara tidak ditemukan virus Hepatitis A, B, C, D, dan E. Namun pada beberapa kasus ditemukan SARS Cov-2 dan/atau Adenovirus. Oleh karena itu, pemeriksaan pathogen (biologis maupun kimiawi) perlu dilakukan lebih lanjut.
Hepatitis akut tersebut menimbulkan gejala seperti perubahan warna urine menjadi lebih gelap juga feses yang pucat, kulit menguning dan terasa gatal.
Kemudian ada nyeri sendi atau pegal-pegal disertai demam tinggi, mual, muntah, atau nyeri perut. Pasien kemudian lesu juga hilang nafsu makan, diare serta kejang, dan ditandai dengan Serum Aspartate transaminase (AST) / SGOT atau Alanine transaminase (ALT) / SGPT lebih dari 500 U/L.
Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K)., telah mengimbau kepada masyarakat maupun seluruh dokter anak untuk waspada terhadap gejala hepatitis akut tersebut.
"Kami pun meminta agar seluruh dokter anak dan residen dokter anak juga turut mengawasi apabila gejala diatas muncul pada pasiennya," imbaunya.
IDAI juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan berhati-hati serta mencegah infeksi dengan mencuci tangan, meminum air bersih yang matang, makan makanan yang bersih dan matang penuh, membuang tinja atau popok sekali pakai pada tempatnya. Kemudian menggunakan alat makan sendiri-sendiri, memakai masker, dan menjaga jarak.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 596 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 471 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan