Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Cegah Hepatitis Akut, Wabup Ajak Masyarakat Terapkan PHBS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Hepatitis akut atau yang disebut misterius sudah merebak di beberapa negara termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, guna mencegahnya, Wakil Bupati (Wabup) Buleleng I Nyoman Sutjidra mengajak seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Buleleng menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi mengenai hepatitis akut ini beberapa waktu yang lalu.
Wabup Sutjidra menjelaskan hepatitis akut ini belum diketahui penyebabnya. Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) dalam rilis media-media menyebutkan hepatitis ini menyerang anak umur satu bulan hingga 16 tahun.
Gejala yang dialami diantaranya warna kencing tiba-tiba berubah dan warna tubuhnya menjadi kuning. Dikarenakan penyebab pastinya belum diketahui, harus diantisipasi dengan penerapan PHBS.
"Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari kontak dengan benda yang kita tidak diketahui. Itu paling penting. Untuk anak-anak memang agak susah," jelasnya.
Antisipasi penyebaran hepatitis ini menjadi salah satu tugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Jika ada kasus dengan gejala demikian maka rumah sakit akan melaporkan ke Dinkes. Dari dinkes yang mendapatkan tugas promotif seperti sosialisasi dan melakukan tindakan pencegahan.
"Serta jika menemukan kasus diberikan pengobatan kuratif," ucap Wabup Sutjidra.
Sementara itu, Direktur RSUD Buleleng Putu Arya Nugraha menyebutkan pihaknya beserta jajaran siap menerima pasien dengan gejala yang mengarah ke hepatitis akut ini. Apalagi WHO telah menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebagai rumah sakit rujukan, selalu siap dalam menjalankan SOP untuk kasus-kasus KLB.
"Kita sudah selalu mempunyai rute, trek, dan pelayanan yang diharapkan dari SOP tersebut. RSUD sebagai hilir selalu akan menerima pasien apapun. Kita akan tata laksana sesuai dengan standar," sebutnya.
Menurutnya, penanganan hepatitis akut ini sama dengan penanganan Covid-19. Pada umumnya virus tidak memerlukan obat-obat khusus. Hanya memerlukan apa yang disebut dengan terapi suportif.
Pasien diistirahatkan kemudian diisolasi juga di rumah sakit. Diberikan nutrisi dan obat-obat simptomatik sesuai dengan gejala. Selanjutnya dimonitor kondisi dari pasien. Jika mengalami perburukan, harus cepat dibawa ke ruang intensif.
"Karena hepatitis akut ini juga disebabkan oleh virus. Pada dasarnya dia akan sembuh sendiri kalau tubuh mampu menghadapi infeksi dan diberikan dukungan secara medis. Jadi obat-obatan khusus, antivirus misalnya, tidak diperlukan pada kasus ini," imbuh Arya Nugraha.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1855 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1754 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun