Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Cegah Hepatitis Akut, Wabup Ajak Masyarakat Terapkan PHBS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Hepatitis akut atau yang disebut misterius sudah merebak di beberapa negara termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, guna mencegahnya, Wakil Bupati (Wabup) Buleleng I Nyoman Sutjidra mengajak seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Buleleng menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi mengenai hepatitis akut ini beberapa waktu yang lalu.
Wabup Sutjidra menjelaskan hepatitis akut ini belum diketahui penyebabnya. Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) dalam rilis media-media menyebutkan hepatitis ini menyerang anak umur satu bulan hingga 16 tahun.
Gejala yang dialami diantaranya warna kencing tiba-tiba berubah dan warna tubuhnya menjadi kuning. Dikarenakan penyebab pastinya belum diketahui, harus diantisipasi dengan penerapan PHBS.
"Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari kontak dengan benda yang kita tidak diketahui. Itu paling penting. Untuk anak-anak memang agak susah," jelasnya.
Antisipasi penyebaran hepatitis ini menjadi salah satu tugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Jika ada kasus dengan gejala demikian maka rumah sakit akan melaporkan ke Dinkes. Dari dinkes yang mendapatkan tugas promotif seperti sosialisasi dan melakukan tindakan pencegahan.
"Serta jika menemukan kasus diberikan pengobatan kuratif," ucap Wabup Sutjidra.
Sementara itu, Direktur RSUD Buleleng Putu Arya Nugraha menyebutkan pihaknya beserta jajaran siap menerima pasien dengan gejala yang mengarah ke hepatitis akut ini. Apalagi WHO telah menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Sebagai rumah sakit rujukan, selalu siap dalam menjalankan SOP untuk kasus-kasus KLB.
"Kita sudah selalu mempunyai rute, trek, dan pelayanan yang diharapkan dari SOP tersebut. RSUD sebagai hilir selalu akan menerima pasien apapun. Kita akan tata laksana sesuai dengan standar," sebutnya.
Menurutnya, penanganan hepatitis akut ini sama dengan penanganan Covid-19. Pada umumnya virus tidak memerlukan obat-obat khusus. Hanya memerlukan apa yang disebut dengan terapi suportif.
Pasien diistirahatkan kemudian diisolasi juga di rumah sakit. Diberikan nutrisi dan obat-obat simptomatik sesuai dengan gejala. Selanjutnya dimonitor kondisi dari pasien. Jika mengalami perburukan, harus cepat dibawa ke ruang intensif.
"Karena hepatitis akut ini juga disebabkan oleh virus. Pada dasarnya dia akan sembuh sendiri kalau tubuh mampu menghadapi infeksi dan diberikan dukungan secara medis. Jadi obat-obatan khusus, antivirus misalnya, tidak diperlukan pada kasus ini," imbuh Arya Nugraha.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2598 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2252 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan