Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
150 Calon Naker di Gianyar per Hari Urus Dokumen ke Luar Negeri
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Calon tenaga kerja yang hendak bekerja di luar negeri antusias mengurus dokumen Kantor Layanan Terpadu Satu Pintu Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Jalan Bypass Dharmagiri.
Per hari, calon tenaga kerja yang datang mencapai 100-150 orang. Adapun dokumen yang diurus diantaranya ID CPMI, AK1, Rekomendasi Paspor, E-KTKPN, OPP, konsultasi negara penempatan, konsultasi dokumen hingga perjanjian kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, Anak Agung Dalem Jagadhita mengatakan saat ini masyarakat mulai ramai mengurus dokumen ketenagakerjaan.
“Masyarakat mulai antusias di Tahun 2022 ini. Terutama beberapa minggu ini kantor dipenuhi oleh masyarakat yang akan mencari dokumen ketenagakerjaan,” ujarnya.
Mereka mengurus dokumen guna dapat kembali berangkat secara legal bekerja ke luar negeri. Tidak ada yang sulit dalam mengisi dokumen.
“Kami sebagai penyelenggara pelayanan siap membantu agar tenaga kerja kita dalam perlindungan sesuai UU,” jelasnya.
Pihaknya menyarankan, tenaga kerja harus mengimbangi dengan kecerdasan dan kesiapan yang matang.
“Harus banyak belajar dari pengalaman. Jangan tergiur jalan pintas, biasanya itu menyulitkan di kemudian hari,” harapnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3316 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 915 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 838 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 674 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun