Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Pedagang Tertimpa Longsor di Payangan, Mobilnya Masuk Jurang
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Warga Banjar Pilan, Desa Kerta, Payangan, I Nyoman Lunas (51) tertimpa longsor saat nekat membersihkan material longsor di Jalan Bunteh, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Kamis (19/5) pukul 09.30. Mobil yang dikendarai juga ikut terseret longsor.
Kejadian bermula saat Lunas bersama istrinya Ni Made Kartini (45) awalnya datang dari berjualan di Pasar Wangaya, Denpasar. Pedagang ini pulang dari Denpasar menuju Payangan.
Namun dalam perjalanan mereka terhalang karena ada pohon dan tanah longsor yang menghalangi di tengah jalan di wilayah Jalan Raya Bunteh, Kerta Payangan.
Agar kendaraan korban bisa lewat menuju rumah, mereka nekat memindahkan pohon dan tanah menggunakan tangan.
Namun saat mereka ini sedang melakukan evakuasi tiba-tiba kembali ada longsor susulan. Kartini sudah berupaya menyampaikan kepada suaminya, Lunas tidak menghiraukan. Kartini berupaya lari menyelamatkan diri. Sementara Lunas kena longsoran dan mengalami luka-luka.
Kapolsek Payangan, AKP I Putu Agus Ady Wijaya langsung ke lokasi. Polisi kemudian menghubungi petugas BPBD Gianyar untuk membersihkan jalan dari longsoran tanah. Petugas BPBD Gianyar membersihkan tanah menggunakan air.
“Tidak lama kemudian longsoran tanah berhasil dibersihkan dan jalan bisa kembali dilalui secara normal,” tutupnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3617 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1184 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1035 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 906 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun