Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Ingin Anaknya Jadi Polisi, Pria di Jimbaran Ditipu Calo Rp350 Juta
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aparat kepolisian memberikan sinyal ke masyarakat bahwa untuk masuk menjadi seorang Polisi tidak dipungut biaya sepersen pun alias gratis.
Namun banyak masyarakat tidak mengindahkannya, bahkan lebih percaya kepada calo. Seperti yang dialami seorang bapak berinisial I Nyoman Su yang tinggal di Jimbaran, Kuta Selatan. Lantaran ingin anaknya lolos jadi Polisi, pria berusia 53 tahun ini rela menguras isi tabungannya sebesar Rp350 juta.
Namun usaha yang dilakukannya sia-sia. Sebab pelaku calo yang berjanji akan memasukkan anaknya jadi Polisi ternyata menipunya. Tidak terima uangnya ludes percuma, calo bernama Teguh Wardoyo (58) dilaporkan ke Polresta Denpasar, pada Senin 23 Mei 2022 lalu.
Sumber di lapangan mengungkapkan, korban I Nyoman Su dengan terduga terlapor Teguh Wardoyo sudah saling kenal. Terlapor sendiri tinggal di Jalan Tol Benoa nomor 1 Sesetan, Denpasar Selatan.
Kepada penyidik kepolisian, korban Nyoman Su mengatakan dirinya ingin sekali anaknya masuk jadi Polisi. Keinginannya itu pun disampaikan ke terlapor Teguh Wardoyo. Kesempatan itupun digunakan terlapor dengan meminta uang ke korban agar kiranya anaknya lolos tes masuk Polisi.
"Terlapor meminta uang sebesar Rp350 juta untuk keperluan anak korban lolos seleksi Polisi. Padahal masuk jadi anggota Polisi tidak dipungut biaya," bisik sumber Senin 23 Mei 2022.
Korban yang sudah terlanjur percaya, akhirnya memutuskan mengambil uang ratusan juta miliknya di Bank BPR Lestari di Jalan Teuku Umar Denpasar, pada 1 Juli 2015 lalu. Selanjutnya uang ratusan juta tersebut diserahkan ke terlapor Teguh Wardoyo.
Waktu terus berjalan hingga memasuki tahun 2022. Namun apa yang diimpikan korban agar anaknya jadi Polisi tidak pernah menjadi kenyataan. Korban sudah berusaha menghubungi terlapor agar uangnya dikembalikan, namun tidak ada kejelasan.
Tujuh tahun menanti, ternyata korban ditipu. "Setelah uang diterima terlapor, anak korban tidak bisa masuk Polisi. Korban tertipu," ungkapnya.
Sementara soal laporan dugaan penipuan masuk Polisi ini, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi yang dihubungi wartawan membenarkan pihaknya sudah menerima laporan tersebut.
"Saya baru terima laporan. Masih lidik," ujarnya Senin 23 Mei 2022.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7998 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5645 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2391 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan