Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Penanggulangan Bencana Disebut Belum Mumpuni
Dalam Membentuk Kesiapsiagaan Bencana Masyarakat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pandemi COVID-19 yang belum berakhir sejak muncul di awal 2020 juga menambah daftar panjang kejadian bencana.
Bahkan, dampak pandemi berlangsung lebih masif dan sistemik karena, mempengaruhi secara global dan menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan.
Yang tampak dengan terang dan sama dalam pola bencana seperti digambarkan tersebut adalah, banyaknya korban. Korban dimaksud di sini bukan cuma manusia, tetapi juga alam.
"Dalam banyak kejadian, pola seperti ini membuat kemampuan manusia untuk pulih dan menjadi resilien menjadi semakin berat," kata Direktur Eksekutif Yayasan IDEP, M. Awal, Senin (23/5) di Denpasar.
Dengan kata lain, manusia menjadi semakin rentan dalam situasi seperti itu, kendati terus dibenahi, kapasitas dan sistem penanggulangan bencana kita masih belum cukup mumpuni untuk membentuk kesiapsiagaan bencana masyarakat baik sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi.
Menurutnya, berbicara bencana titik pertama adalah, keluarga dan diri sendiri. Maka dalam kaitan hal tersebut keluarga dan diri sendiri harus tangguh, selanjutnya desa dan bangsa pun akan ikut tangguh.
"Dari hal terkecil keluarga baru ke global", sebutnya.
Jika dilihat secara adat atau lokal implementasinya kuat dalam penanganan kebencanaan akan tetapi, dalam hal ini eksposenya tidak kuat. Dalam hal ini kekuatan ekspose lokal harus dilakukan baik, lewat media maupun media sosial.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3349 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 917 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 838 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 676 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun