Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
126 Penyuluh Bahasa Bali se-Buleleng Ikuti Sosialisasi
Tekankan Data Valid
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 126 penyuluh Bahasa Bali se-Kabupaten Buleleng mengikuti sosialisasi Dashboard Validasi Sensus Semesta Berencana Sumber Daya Bali Berbasis Desa Adat guna memastikan data yang telah terinput dalam sistem sudah valid dan benar serta sesuai dengan keadaan riil.
Sosialisasi yang digagas oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Bali bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah Kabupaten Buleleng berlangsung di Ruang Rapat Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Rabu (25/5).
Ditemui di sela-sela kegiatan, Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah Kab. Buleleng, Made Supartawan mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut di mana pendataannya sudah dilaksanakan dari bulan Juni sampai dengan Desember 2021. Untuk di tahun 2022 dilaksanakan validasi guna memastikan data itu sudah benar atau valid.
"Bersyukur kita di Kabupaten Buleleng daya inputnya paling tinggi di Provinsi Bali. Meskipun ada beberapa desa yang belum maksimal dan sekarang kita akan mulai memvalidasinya kembali," ungkapnya
Supartawan berharap dengan adanya sosialisasi ini agar para peserta mengikuti dengan serius, karena ini merupakan penggalian potensi desa adat sebagai basic dalam keajegan jagat Bali.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan Brida Propinsi Bali, Ketut Wica secara teknis menjelaskan hari ini dilakukan sosialisasi terkait pendalaman muatan masing-masing dashboard daripada sistem validasi sensus desa adat kepada penyuluh Bahasa Bali se-Kabupaten Buleleng.
Ada beberapa data dalam sensus validasi, di antaranya identitas desa adat yang didalamnya ada awig-awig, potensi, peguyuban/paiketan, krama maupun tamiu termasuk juga warisan budaya seperti Pura akan dilakukan pendataan.
"Semua di desa adat kita lakukan pendataan. Sehingga betul-betul memiliki potensi data keseluruhan terkait desa adat yang nantinya dapat kita lihat pada dashboard sensus desa adat di Bali," sambungnya.
Kabid Wica menekankan untuk mengecek kembali beberapa indikator dalam sensus ini. Kalau tidak sesuai indikator akan disempurnakan kembali. Pihaknya meminta kepada seluruh admin yang ada di desa untuk menyempurnakan hasil inputannya sehingga mendapatkan hasil yang valid.
"Data kami harapkan benar-benar valid agar pimpinan kita tidak salah dalam mengambil kebijakan. Sehingga penelitian ini harus betul-betul komprehensif yang berdasarkan data dan tidak diragukan kevalidannya," pungkasnya.
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7825 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5631 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan