Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
3 Kapal Perang TNI AL Dikerahkan Selama GPDRR di Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Untuk pengamanan penyelenggaraan Global Disaster for Risk Reduction (GPDRR) ke-7 di Nusa Dua, Bali sebanyak 3 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dengan ratusan prajurit TNI Angkatan Laut beroperasi di wilayah perairan.
Tiga kapal perang bersiaga di wilayah laut sesuai titik operasi. Untuk menjaga keamanan dari segala bentuk ancaman yang mungkin terjadi dalam perhelatan internasional yang dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (25/5/2022).
Acara tersebut juga dihadiri Deputi Sekjen PBB Amina Mohammed, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal untuk Pengurangan Risiko Bencana Mami Mizutori, hingga Wakil Presiden Zambia WK Mutale Nalumango.
Panglima Komando Armada II, Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto mengatakan, 3 kapal perang yang dikerahkan untuk pengamanan adalah KRI Sultan Hassanudin, KRI Keris, dan KRI Surabaya. Termasuk helikopter dan Sea Rider dengan total prajurit sebanyak 550.
Pangkoarmada II juga memimpin langsung apel kelengkapan dan pemberangkatan prajurit yang bertugas ke wilayah operasi.
"Untuk KRI Surabaya standby untuk sewaktu-waktu digerakkan, juga ada satu heli yang di BKO kan untuk kedaruratan," kata Laksamana Muda TNI Iwan usai apel di Dermaga Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.
Tiga kapal perang tersebut bakal bersiaga dari pembukaan GPDRR hari ini hingga pasca GPDRR untuk memastikan para tamu delegasi dari luar negeri kembali ke negara asal dengan selamat.
Di laut, kapal-kapal perang itu melakukan penyekatan dan patroli memastikan tidak ada wahana lain yang masuk menembus daerah operasional. Untuk meminimalisir ancaman yang berusaha menggagalkan kegiatan internasional tersebut.
"Di laut dan pelabuhan dilakukan penyisiran hingga kawasan masuk tempat acara penyelenggaraan GPDRR, kami juga kerahkan Sea Rider yang bisa melakukan pergerakan langsung on the spot, karena gangguan bermacam. Jadi kami harapkan untuk bisa antisipasi apa pun ancamannya," kata Iwan.
Sementara bagi nelayan dan wahana aktivitas laut lainnya dilarang memasuki daerah operasi selama pelaksanaan pengamanan berlangsung.
"Kepada nelayan dalam rangka kegiatan ini mohon saat ini menghindari wilayah yang ditentukan operasi, namun masih bisa melaut di luar tempat operasi, yang tidak boleh mendekat ke tempat acara," jalas Komandan Satgas Laut GPDRR itu.
Keamanan wilayah laut Indonesia dalam memberikan pengamanan dalam event internasional pengurangan risiko bencana ini juga menjadi tolok ukur pelaksanaan pengamanan berikutnya, seperti G20.
"TNI AL akan melaksnakan tugas seoptimal mungkin sampai selesai pelaksanaan GPDRR ke 7 sampai dengan selesai sampai pasca kegiatan sehingga semua pada saat seluruh delegasi semuanya kembali ke negara dengan keadaan aman, keberhasilan acara ini keberhasilan kita bersama," tutupnya. (sumber:suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7837 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5635 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3532 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2388 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan