Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Dukung G20, RS Udayana Jadi RS Rujukan Skala Internasional
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dalam mendukung berbagai kegiatan internasional yang diselenggarakan di Bali, seperti G20 dan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022, RS Universitas Udayana menjadi rumah sakit rujukan.
Maka itu, fasilitas dan pelayanannya perlu ditingkatkan bertaraf internasional. Di sela-sela kegiatan Forum GPDRR yang tengah berlangsung, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy mengunjungi RS Universitas Udayana Bali beberapa hari lalu.
Pada kunjungan ke Rumah Sakit Universitas Udayana Bali, Muhadjir turut didampingi oleh I Nyoman Gede Antara selaku Rektor Universitas Udayana, dan Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Udayana I Dewa Made Sukrama.
Menurut Muhadjir, fasilitas dan pelayanan yang ada di Rumah Sakit Universitas Udayana sudah sangat mumpuni. Namun, masih ada beberapa catatan perbaikan sarana dan prasarana ke depannya.
"Fasilitas dan layanan di rumah sakit ini menurut saya sudah sangat baik. Namun, masih ada beberapa catatan dari saya, misal peralatan yang ada di ambulans harus segera dilengkapi, serta sarana kamar mandi dapat diupayakan aman untuk pasien sesuai taraf internasional," jelasnya saat mengunjungi RS Universitas Udayana Bali.
Saat ini Rumah Sakit Universitas Udayana masuk pada kategori tipe C, terakreditasi paripurna, dan sedang dalam tahap persiapan menjadi tipe B pendidikan. Layanan dan fasilitas yang ada di RS Universitas Udayana terdiri dari layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rawat Intensif, Rawat Jalan, Rawat Inap, dan kamar bersalin.
RS Universitas Udayana Bali menyediakan fasilitas dan layanan unggulan, salah satunya layanan Emergency Call Udayana (ECU) dan Travel Medicine.
Layanan Travel Medicine Center Rumah Sakit Universitas Udayana memberikan pelayanan konsultasi medis dan tindakan pencegahan dengan pemberian imunisasi tertentu bagi para wisatawan, baik yang berkunjung maupun yang akan berpergian ke destinasi tujuan wisatawan.
Layanan Travel Medicine Center meliputi kegiatan Pra Travel, Post Travel dan During Travel.
Menko Muhadjir Effendy mengapresiasi fasilitas dari laboratorium Rumah Sakit Universitas Udayana untuk dijadikan Laboratorium Biosafety Level (BSL) 3, sehingga bisa digunakan untuk jangka panjang acara internasional lainnya.
Laboratorium Biosafety Level (BSL) 3 juga sebagai tempat penelitian atau evaluasi tersampel.
"Fasilitas laboratorium di Rumah Sakit Universitas Udayana ini juga sudah sangat baik. Nanti saya usulkan untuk menjadi Laboratorium BSL 3, jadi kita tidak usah repot-repot jika ada penelitian atau evaluasi tersampel yang memerlukan fasilitas BSL 3, tidak perlu dikirim ke tempat lain, tapi cukup di sini," tutur Muhadjir dalam keterangan resminya. (sumber:Liputan6.com).
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7884 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5636 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3533 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2388 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan